‹ Semua renungan

Jumat, 14 September 2029

Berani Memandang

Banyak orang menunda periksa ke dokter bukan karena tidak sempat, melainkan karena takut tahu. Selama tidak melihat hasilnya, rasanya aman. Padahal justru dengan berani memandang penyakitnya, penyembuhan bisa dimulai.

Di padang gurun, Israel yang dipagut ular tidak disuruh lari, tidak juga diberi penawar rahasia. Musa disuruh membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang: setiap orang yang terpagut, jika ia memandangnya, akan tetap hidup. Aneh sekali. Obatnya berupa gambar dari luka itu sendiri, ditinggikan supaya dipandang.

Yesus mengambil gambar itu untuk diri-Nya: sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan. Pada pesta Salib Suci ini kita diajak memandang salib: alat hukuman paling hina yang diubah Allah menjadi tanda kasih paling besar. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.

Memandang salib berarti berani melihat dua hal sekaligus: betapa parah dosa kita, dan betapa jauh Allah mau turun untuk menyelamatkan kita. Bukan untuk menghakimi dunia, tegas Yohanes, melainkan untuk menyelamatkannya.

Luka mana yang selama ini tidak berani kita pandang di hadapan salib-Nya?

Tuhan, kupandang salib-Mu; pandanglah aku, dan sembuhkanlah. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →