Kamis, 13 September 2029
Pakaian Paling Luar
Setiap pagi kita berdiri sejenak di depan lemari: hari ini pakai baju yang mana? Untuk tubuh, kita memilih dengan teliti. Untuk hati, seringnya kita keluar rumah begitu saja, memakai perasaan apa pun yang tersisa dari kemarin.
Paulus mengajak jemaat Kolose berpakaian dengan sengaja: kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran. Lima potong pakaian batin. Lalu ia menambahkan lapisan penutup: dan di atas semuanya itu, kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Kasih itu pakaian paling luar, yang pertama dilihat orang.
Yesus dalam Injil memberi tahu seberapa jauh pakaian itu harus dipakai: kasihilah musuhmu, berdoalah bagi yang mencaci kamu. Mengasihi orang yang mengasihi kita, kata-Nya, belum jasa; orang berdosa pun bisa. Ukuran murid diambil dari Bapa sendiri: hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu murah hati.
Dan ada janji yang indah tentang takaran: yang dipadatkan, digoncang, dan tumpah ke luar akan dicurahkan ke ribaan kita. Allah tidak pernah kalah takar dengan manusia.
Besok pagi, sebelum memilih baju, ada baiknya bertanya: hati saya hari ini mau mengenakan apa?
Tuhan, kenakanlah padaku kasih-Mu, agar yang pertama dilihat orang dariku adalah Engkau. Amin.