‹ Semua renungan

Minggu, 9 September 2029

Empat Mata Dulu

Di warung kopi, kesalahan orang selalu jadi menu paling laris. Si A begini, si B begitu. Anehnya, satu orang yang hampir tidak pernah mendengar cerita itu justru orangnya sendiri. Kita sanggup membicarakan seseorang kepada sepuluh orang lain, tetapi tidak sanggup berbicara kepada dia seorang.

Yesus membalik kebiasaan itu: 'Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata.' Empat mata dulu. Bukan diumumkan dulu, bukan dibicarakan di belakang dulu. Kalau gagal, bawa satu dua saksi. Kalau masih gagal, barulah jemaat. Lingkarannya melebar selangkah demi selangkah, dan justru itu intinya: semuanya demi menyelamatkan orangnya, bukan demi mempermalukannya.

Kata Yesus, kalau ia mendengarkan, 'engkau telah mendapatnya kembali.' Menegur ternyata bahasa kasih, bukan bahasa perang. Yang dicari bukan kemenangan, melainkan saudara yang kembali.

Tetapi jujur saja, menegur itu berat. Lebih aman diam. Firman kepada Yehezkiel menutup jalan aman itu: Aku menetapkan engkau menjadi penjaga. Kalau penjaga melihat bahaya dan memilih diam, nyawa orang itu dituntut dari padanya. Diam yang kelihatan sopan bisa jadi kelalaian yang serius. Penjaga tidak dituntut berhasil; ia dituntut bersuara.

Lalu bagaimana supaya teguran tidak berubah menjadi penghakiman? Paulus, yang minggu lalu meminta kita mempersembahkan hidup sebagai ibadah sejati, hari ini memberi ukurannya: jangan berhutang apa-apa kepada siapa pun, selain hutang kasih. Menegur karena jengkel itu menagih. Menegur karena kasih itu membayar hutang. Bedanya terasa: yang satu ingin orang itu kalah, yang lain ingin orang itu selamat.

Dan Yesus menutup dengan janji yang sering kita hafal tanpa sadar konteksnya: 'Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.' Kalimat itu diucapkan justru dalam rangka perkara menegur dan mendoakan saudara yang bersalah. Kehadiran Tuhan dijanjikan di tengah komunitas yang berani saling meluruskan dengan kasih.

Adakah seseorang yang selama ini hanya kita bicarakan, padahal seharusnya kita ajak bicara?

Tuhan, berilah aku keberanian penjaga dan kelembutan saudara, agar teguranku menyelamatkan, bukan melukai. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →