‹ Semua renungan

Sabtu, 8 September 2029

Rantai Nama

Kata silsilah kita pinjam dari bahasa Arab, silsilah, artinya rantai. Tepat sekali. Sebab daftar nama leluhur memang seperti rantai: mata demi mata saling mengait, dan hilang satu saja, rantai itu putus.

Hari ini, pada pesta Kelahiran Santa Perawan Maria, Gereja membacakan rantai panjang itu: Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, terus sampai Yusuf, suami Maria. Membosankan? Coba perhatikan nama-nama yang diselipkan. Ada Tamar dan Rahab dengan kisah kelam, ada Rut si orang asing, ada isteri Uria yang direbut Daud. Allah tidak menyembunyikan cacat keluarga-Nya sendiri. Rantai keselamatan dianyam justru dari sejarah yang tidak selalu bersih.

Dan di ujung rantai itu lahirlah seorang bayi perempuan dari keluarga sederhana: Maria. Kelahirannya tidak diberitakan siapa-siapa. Tetapi lewat dialah mata rantai terakhir menuju Kristus terpasang. Mikha sudah lama berbisik: dari Betlehem yang terkecil akan bangkit Dia yang permulaannya sejak purbakala.

Kita pun mata rantai. Iman sampai kepada kita lewat rantai orang-orang biasa: nenek yang mengajari doa, guru, katekis kampung. Kepada siapa rantai itu kita sambungkan?

Tuhan, terima kasih untuk Maria dan semua mata rantai imanku; jadikan aku sambungan yang setia. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →