Rabu, 5 September 2029
Dari Ranjang ke Dapur
Orang yang baru sembuh dari demam biasanya masih lemas sehari dua hari. Tubuh butuh waktu. Maka ada yang janggal sekaligus indah dalam Injil hari ini: ibu mertua Simon sembuh dari demam keras, lalu segera bangun dan melayani.
Kemarin kita melihat Yesus mengajar dengan kuasa di rumah ibadat Kapernaum. Hari ini kuasa yang sama masuk ke rumah keluarga, ke urusan dapur, ke tubuh seorang perempuan tua. Injil tidak berhenti di mimbar; ia berjalan sampai ke ranjang orang sakit.
Perhatikanlah urutannya: disembuhkan, bangun, melayani. Itulah tata bahasa rahmat. Kesembuhan yang berhenti pada diri sendiri belum selesai. Setiap kali Tuhan memulihkan kita, entah dari sakit, entah dari kesedihan, entah dari dosa, pemulihan itu selalu punya arah keluar: supaya tangan kita kembali berguna bagi orang lain.
Menjelang pagi Yesus pergi ke tempat yang sunyi. Orang banyak mau menahan-Nya. Ia menolak: 'Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil.' Rahmat memang tidak bisa ditahan untuk satu kampung saja.
Dari pemulihan yang mana kita belum juga bangun untuk melayani?
Tuhan, sembuhkanlah aku, lalu pakailah tanganku, hari ini juga. Amin.