Selasa, 4 September 2029
Ronda
Di banyak kampung masih ada ronda malam. Yang menarik, orang ronda tidak pernah tahu kapan pencuri datang. Justru karena tidak tahu itulah mereka berjaga. Seandainya jam kedatangan pencuri bisa dipastikan, ronda cukup lima menit.
Kemarin Paulus menghibur jemaat Tesalonika yang berduka: mereka yang meninggal dalam Kristus tidak hilang. Hari ini ia menjawab pertanyaan lanjutannya: lalu kapan Tuhan datang? Jawabannya mengejutkan: seperti pencuri pada malam. Artinya, jangan sibuk menghitung tanggal. Sibuklah berjaga.
Tetapi Paulus tidak menakut-nakuti. Kamu ini anak-anak terang, katanya, bukan orang-orang kegelapan. Orang yang hidup dalam terang tidak perlu panik oleh kedatangan mendadak, seperti rumah yang selalu rapi tidak gugup menerima tamu tiba-tiba.
Berjaga itu apa bentuknya? Paulus menutup dengan sederhana: nasihatilah seorang akan yang lain, saling membangunlah kamu. Berjaga ternyata bukan urusan melototi langit, melainkan urusan memelihara sesama. Ronda pun begitu: bukan pertama-tama soal takut maling, tapi soal menjaga tetangga yang sedang tidur.
Kalau malam ini Tuhan datang, Ia akan menemukan kita sedang apa?
Tuhan, jadikan aku anak terang yang berjaga, bukan dengan cemas, melainkan dengan kasih yang terus bekerja. Amin.