‹ Semua renungan

Sabtu, 1 September 2029

Piring yang Tak Pernah Dipakai

Hampir setiap rumah punya piring bagus yang disimpan di lemari kaca. Katanya untuk tamu istimewa. Tamunya tak kunjung datang, piringnya tak pernah dipakai, sampai suatu hari pecah saat dibersihkan. Utuh sekian lama, tapi sia-sia.

Kemarin kita mendengar sepuluh gadis menanti mempelai dengan pelita. Hari ini masih soal menanti tuan yang sama: tiga hamba dititipi talenta. Talenta itu satuan timbangan, beban yang berat nilainya. Dua hamba menjalankannya. Satu menguburnya: rapi, aman, utuh. Dan justru dialah yang dihukum. Bukan karena merugi, melainkan karena tidak pernah mencoba.

Mengapa ia mengubur? Karena takut. Takut gagal bisa membuat orang memilih tidak berbuat apa-apa. Padahal sang tuan tidak menuntut laba tertentu; ia hanya ingin titipannya hidup.

Santo Agustinus yang kita kenang hari ini pernah lama mengubur talentanya dalam hidup yang berantakan. 'Terlambat aku mencintai-Mu,' keluhnya kemudian. Tetapi begitu talenta itu digali, dunia menikmati buahnya sampai sekarang.

Apa yang sedang kita simpan rapi di lemari kaca: suara, tenaga, kepandaian, waktu? Menunggu tamu istimewa yang tidak pernah datang?

Tuhan, bebaskan aku dari rasa aman yang membuat pemberian-Mu terkubur. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →