‹ Semua renungan

Senin, 27 Agustus 2029

Air Mata Monika

Ada doa yang tidak dijawab dalam sehari, sebulan, bahkan setahun. Doa seorang ibu untuk anaknya yang jauh dari Tuhan sering termasuk jenis itu. Ia berdoa bertahun-tahun, kadang sambil menangis, sementara anaknya justru tampak makin liar. Dari luar, doa itu seolah sia-sia. Tetapi ibu tidak berhenti.

Hari ini kita mengenang Santa Monika, ibu dari Santo Agustinus yang besok kita peringati. Selama hampir tiga puluh tahun ia menangisi dan mendoakan anaknya yang cerdas tetapi hidup jauh dari iman, terseret berbagai ajaran dan hawa nafsu. Konon seorang uskup pernah menghiburnya, 'Tidak mungkin anak dari air mata sebanyak ini akan binasa.' Dan benar, Agustinus akhirnya bertobat, bahkan menjadi salah satu guru besar Gereja.

Bacaan pertama seakan berbicara tentang buah doa semacam itu. Paulus menulis kepada jemaat Tesalonika, 'dari antara kamu firman Tuhan bergema, tidak hanya di Makedonia, tetapi di semua tempat.' Iman yang mula-mula tampak kecil ternyata bergema jauh melampaui yang bisa dibayangkan si penabur pertama.

Kita hidup di zaman serba instan, terbiasa menuntut hasil cepat. Doa pun kita ukur dengan jangka pendek. Monika mengajar kesabaran yang lain: menabur air mata hari ini, untuk panen yang mungkin baru datang puluhan tahun kemudian.

Untuk siapa aku perlu belajar berdoa tanpa lelah, meski hasilnya belum kelihatan?

Tuhan, beri aku ketekunan Monika. Ketika doaku untuk orang yang kukasihi belum Kaujawab, jagalah aku tetap berlutut dan percaya, sebab tak ada air mata yang kutabur di hadapan-Mu jatuh sia-sia. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →