‹ Semua renungan

Selasa, 21 Agustus 2029

Lubang Jarum

Kemarin orang muda kaya pergi dengan sedih. Hari ini Yesus menjelaskan kepada murid-murid apa yang baru saja terjadi. 'Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.' Gambaran yang mustahil, dan memang dimaksudkan begitu.

Siapa pernah pindah rumah paham sedikit soal ini. Kita baru sadar berapa banyak barang yang kita timbun ketika harus mengangkutnya. Lemari penuh baju yang tak pernah dipakai. Kardus yang bertahun tak dibuka. Semakin banyak yang kita punya, semakin berat kita bergerak. Untuk masuk pintu sempit, muatan harus dikurangi.

Murid-murid gempar. 'Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?' Pertanyaan wajar, karena diam-diam semua orang ingin kaya. Tetapi jawaban Yesus mengalihkan pandangan dari usaha manusia ke kuasa Allah. 'Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.'

Yang menyelamatkan bukan kemiskinan itu sendiri, seolah melarat otomatis suci. Yang menyelamatkan adalah tangan Allah yang sanggup menuntun bahkan unta melewati lubang jarum, asal kita rela melepas muatan yang menahan kita di ambang pintu.

Hari ini kita mengenang Santo Pius X, paus yang justru mengajak umat, termasuk anak-anak, sering menyambut Komuni. Ia tahu, yang membuat orang ringan menuju Tuhan bukan banyaknya harta, melainkan seringnya berpaut pada Roti Hidup.

Muatan apa yang membuatku tersangkut di ambang pintu, yang sebenarnya bisa kutinggalkan hari ini?

Tuhan, ringankanlah aku. Lepaskan muatan yang membuatku tersangkut di lubang jarum, dan tuntun aku dengan tangan-Mu yang membuat segala sesuatu mungkin. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →