‹ Semua renungan

Sabtu, 18 Agustus 2029

Pilihlah Hari Ini

Ada keputusan yang kita kira cukup diambil sekali seumur hidup. Menikah, misalnya. Atau memilih iman. Padahal orang yang sudah lama menikah tahu, janji itu bukan diucapkan sekali di altar, melainkan diperbarui diam-diam setiap pagi, dalam ratusan pilihan kecil untuk tetap setia.

Yosua, di penghujung hidupnya, mengumpulkan seluruh bangsa dan menantang mereka: 'Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah.' Bukan pilihlah nanti, bukan pilihlah dulu waktu keluar dari Mesir. Hari ini. Lalu ia menambahkan kalimat yang sampai kini terukir di banyak rumah: 'Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.'

Yang menarik, Yosua bahkan menyulitkan pilihan itu. Ketika bangsa itu bersemangat menjawab akan ikut Tuhan, ia justru berkata, 'Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN.' Ia tidak mau iman yang asal ikut ramai. Ia ingin pilihan yang sadar, yang tahu harganya.

Iman bukan warisan yang cukup disimpan, melainkan keputusan yang perlu diperbarui. Kemarin memilih Tuhan tidak otomatis membuat kita memilih-Nya hari ini. Selalu ada allah-allah kecil yang menawarkan diri: gengsi, kenyamanan, aman sendiri.

Kalau hari ini aku harus memilih ulang, dengan sadar, kepada siapa sebenarnya rumahku beribadah?

Tuhan, jauhkan aku dari iman yang hanya kuwarisi tanpa kupilih. Hari ini, dengan sadar, aku dan seisi rumahku memilih Engkau. Kuatkan pilihan itu esok, dan esoknya lagi. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →