Kamis, 16 Agustus 2029
Baru Saja Dibebaskan
Kemarin kita mendengar janji Yesus, 'di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah mereka.' Hari ini Petrus melanjutkan dengan pertanyaan yang sangat manusiawi: sampai berapa kali aku harus mengampuni? Sampai tujuh kali? Ia mengira sudah bermurah hati. Yesus menjawab, tujuh puluh kali tujuh kali.
Lalu diceritakan perumpamaan yang pahit. Seorang hamba berutang sepuluh ribu talenta, jumlah yang mustahil dilunasi seumur hidup. Ia memohon, dan rajanya menghapus seluruh utang itu. Bebas. Ringan. Tetapi begitu keluar, ia bertemu kawan yang berutang seratus dinar kepadanya, jumlah kecil. Ia mencekiknya. 'Bayar utangmu!'
Adegan itu terasa tidak masuk akal, sampai kita jujur. Bukankah kita sering begitu? Baru saja diampuni Tuhan dalam doa pagi, sudah galak kepada bawahan sebelum tengah hari. Baru saja dimaklumi kesalahan kita, sudah tak sabar pada kesalahan orang lain yang jauh lebih kecil.
Rahasianya ada pada ingatan. Hamba itu lupa berapa besar yang telah dihapus darinya. Orang yang sungguh sadar betapa banyak ia diampuni, sulit menjadi kejam. Kekejaman kita hampir selalu tanda bahwa kita sedang lupa diri.
Utang siapa yang masih kucekik hari ini, padahal utangku sendiri sudah dihapus jauh lebih besar?
Tuhan, ingatkan aku setiap pagi berapa banyak yang telah Kauampuni dariku. Biarlah ingatan itu melembutkan tanganku terhadap kesalahan sesama. Amin.