‹ Semua renungan

Kamis, 9 Agustus 2029

Dua Kali Pukul

Musim kemarau menguji kesabaran. Sumur mengering, ember turun makin dalam, dan orang mudah tersulut. Cukup satu keluhan untuk memicu pertengkaran di antrean air. Kita paham perasaan itu. Ketika kebutuhan paling dasar terancam, sopan santun sering yang pertama menguap.

Bacaan pertama menempatkan Musa di situasi itu. Umat kehausan, mengomel, menyalahkan. 'Mengapa kamu membawa kami ke tempat celaka ini?' Tuhan menyuruh Musa berbicara kepada bukit batu supaya mengeluarkan air. Tetapi Musa, yang sudah letih oleh puluhan tahun keluhan, meledak. 'Dengarlah, hai orang-orang durhaka!' Lalu ia memukul batu itu, bukan sekali, tetapi dua kali.

Air tetap keluar, umat tetap minum. Tuhan tidak menahan rahmat-Nya bagi umat karena kesalahan pemimpinnya. Tetapi kepada Musa dikatakan hal yang berat: karena tidak menghormati kekudusan Tuhan di depan umat, ia tidak akan masuk ke negeri perjanjian.

Kadang bukan tugas yang gagal kita kerjakan, melainkan cara kita mengerjakannya. Air keluar, hasil tercapai, tetapi hati sudah keruh oleh amarah. Dua kali pukulan itu seperti berkata: aku yang mengeluarkan air ini, bukan Tuhan.

Adakah kebaikan yang kulakukan hari ini, tetapi dengan hati yang memukul dua kali?

Tuhan, jagalah aku bukan hanya dari kegagalan, tetapi juga dari melakukan yang benar dengan cara yang salah. Beri aku kesabaran agar rahmat-Mu yang tampak, bukan amarahku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →