‹ Semua renungan

Rabu, 8 Agustus 2029

Seperti Belalang

Kemarin kita melihat betapa iri hati bisa mengecilkan orang lain. Hari ini kita melihat ketakutan mengecilkan diri sendiri. Dua belas orang diutus mengintai tanah yang dijanjikan. Semua melihat negeri yang sama, subur, berlimpah susu dan madu. Tetapi sepuluh pulang membawa kesimpulan yang gelap.

Kalimat mereka terkenal: 'Kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.' Perhatikan, tidak ada raksasa yang berkata mereka belalang. Merekalah yang menempelkan label itu pada diri sendiri, lalu menganggap orang lain pasti berpikir sama. Ketakutan selalu pandai membaca pikiran yang belum tentu ada.

Hanya Kaleb dan Yosua melihat dengan mata lain. Negeri yang sama, tetapi mereka menambahkan satu faktor yang dilupakan sepuluh temannya: Tuhan yang menyertai. Ukuran musuh tidak berubah. Yang berbeda adalah siapa yang mereka hitung ada di pihak mereka.

Hari ini Gereja mengenang Santo Dominikus, pendiri Ordo Pengkhotbah. Ia mengutus para saudaranya berkeliling mewartakan Injil justru ke tempat-tempat yang menakutkan bagi iman. Modalnya bukan rasa aman, melainkan keyakinan bahwa kebenaran lebih besar daripada rasa kerdil.

Kita pun sering menilai diri lewat kaca yang keliru. Merasa terlalu kecil untuk mengampuni, terlalu lemah untuk memulai lagi. Padahal Tuhan tak pernah mengukur kita seperti kita mengukur diri.

Di mana hari ini aku merasa seperti belalang, dan sudahkah aku memasukkan Tuhan ke dalam hitungan?

Tuhan, jangan biarkan ketakutan menjadi ukuran hidupku. Ingatkan aku bahwa Engkau menyertai, sehingga aku berani melangkah ke tanah yang Kaujanjikan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →