‹ Semua renungan

Rabu, 25 Juli 2029

Harta dalam Gerabah

Gerabah dari tanah liat adalah wadah yang paling sederhana dan mudah pecah. Ia murah, kasar, retak sedikit saja bisa bocor. Tetapi justru dalam wadah rapuh seperti itu orang dulu menyimpan barang paling bernilai, karena maling pun tidak menyangka ada harta di dalamnya.

Paulus memakai gambar itu untuk melukiskan dirinya dan kita. Harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Kerapuhan kita bukan penghalang bagi Injil, melainkan justru buktinya. Dalam segala hal kami ditindas, katanya, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa.

Hari ini kita mengenang Santo Yakobus, contoh persis dari harta dalam gerabah itu. Bersama ibunya, ia pernah meminta tempat terhormat di sebelah kanan dan kiri Yesus. Ambisi yang sangat manusiawi, sangat rapuh. Tetapi Yesus tidak membuang bejana yang retak itu. Ia bertanya, dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum? Dan Yakobus, yang kelak menjadi rasul pertama yang mati sebagai martir, sungguh meminumnya.

Yesus membalik ukuran kebesaran. Barangsiapa ingin menjadi besar, hendaklah ia menjadi pelayan. Anak Manusia sendiri datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya.

Apakah aku malu pada kerapuhanku, atau justru membiarkannya menjadi tempat kekuatan Allah bersinar keluar?

Tuhan, aku ini bejana tanah liat yang mudah pecah. Simpanlah harta-Mu di dalamku, dan biarlah dari keretakanku terpancar kekuatan yang berasal dari-Mu, bukan dari aku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →