Selasa, 24 Juli 2029
Keluarga yang Diperluas
Ada ikatan darah dan ada ikatan yang lebih dari darah. Kita mengenal orang yang bukan saudara sedarah, tetapi terasa lebih dekat daripada saudara sendiri, karena kesamaan arah hidup dan kesetiaan yang teruji. Darah menentukan siapa keluarga kita sejak lahir. Tetapi pilihan dan kesetiaan menentukan siapa yang sungguh berjalan bersama kita.
Injil hari ini mencatat momen yang sekilas terdengar dingin. Ketika diberi tahu bahwa ibu dan saudara-saudara-Nya menunggu di luar, Yesus bertanya, siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku? Lalu sambil menunjuk murid-murid-Nya, Ia berkata, siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku, dialah saudara-Ku laki-laki, saudara-Ku perempuan, dan ibu-Ku. Yesus tidak sedang menolak keluarga-Nya. Ia sedang memperluasnya. Pintu keluarga Allah dibuka bagi siapa saja yang mau melakukan kehendak Bapa.
Justru Maria, ibu-Nya, adalah teladan pertama dari keluarga baru itu. Ia bukan hanya ibu menurut daging, melainkan yang paling sungguh melakukan kehendak Bapa, ketika ia berkata, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu. Ia masuk dua kali: sebagai ibu dan sebagai murid.
Bacaan pertama merayakan kelahiran keluarga Allah lewat air laut. Israel berjalan di tempat kering, lalu bernyanyi bagi Tuhan yang menyelamatkan. Sekumpulan budak diubah menjadi umat oleh tangan Tuhan.
Apakah aku ingin masuk lebih dalam ke keluarga Allah, bukan hanya lewat kelahiran, melainkan lewat melakukan kehendak Bapa hari ini?
Tuhan, jadikanlah aku anggota keluarga-Mu yang sejati, dengan melakukan kehendak Bapa seperti Maria. Ikatlah aku dengan sesama bukan hanya oleh darah, tetapi oleh kasih kepada-Mu. Amin.