Jumat, 13 Juli 2029
Cerdik dan Tulus
Domba adalah hewan yang lemah, tidak bertaji, tidak bertaring, dan mudah menjadi mangsa. Kalau kawanan domba dikirim ke daerah yang banyak serigalanya, akal sehat berkata itu tindakan nekat. Tetapi justru dengan gambar itulah Yesus melukiskan pengutusan para murid: Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala.
Yesus tidak menutupi bahayanya. Ia berkata terang-terangan bahwa mereka akan diserahkan, disesah, digiring ke hadapan penguasa. Tetapi Ia memberi dua bekal yang tampak berlawanan namun harus dipegang bersama: hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Cerdik saja bisa menjadi licik, tulus saja bisa menjadi ceroboh. Murid Kristus dipanggil menyatukan keduanya: waspada tanpa menjadi jahat, polos tanpa menjadi bodoh.
Yang paling melegakan adalah janji di tengah bahaya itu. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu khawatir akan apa yang harus kamu katakan, karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu. Domba yang lemah itu ternyata tidak berjalan sendirian, justru pada saat ia paling terjepit.
Bacaan pertama menutup kisah Yakub. Seluruh keluarganya turun ke Mesir, dan Allah berjanji, janganlah takut, Aku sendiri akan menyertai engkau. Perlindungan yang sama menyertai para murid: bukan dijauhkan dari serigala, melainkan ditemani di tengahnya.
Di tengah dunia yang tidak selalu ramah pada iman, apakah aku memilih menjadi licik, ceroboh, atau sungguh cerdik dan tulus seperti yang Tuhan minta?
Tuhan, utuslah aku dengan hati merpati yang tulus dan kewaspadaan ular yang bijak. Dan bila aku terjepit, berbicaralah Engkau di dalamku. Amin.