‹ Semua renungan

Selasa, 10 Juli 2029

Bergulat Sampai Fajar

Ada pergumulan yang tidak selesai dalam sekejap. Ia berlangsung semalaman, melelahkan, dan tidak jelas siapa yang menang. Orang yang pernah bergulat dengan keputusan besar, dengan penyakit, atau dengan Tuhan sendiri tahu rasanya: ingin melepaskan, tetapi tidak bisa; ingin menyerah, tetapi hati menolak pergi.

Yakub mengalami itu secara harfiah. Seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika lawannya berkata biarkanlah aku pergi karena fajar telah tiba, Yakub menjawab dengan kalimat yang mengejutkan: aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku. Ia sudah terluka, pangkal pahanya terpelecok, tetapi ia justru semakin erat memegang. Ia tahu bahwa yang sedang ia peluk bukan musuh, melainkan sumber berkat.

Dari pergulatan itu ia keluar dengan dua hal: nama baru dan langkah yang pincang. Namanya diganti menjadi Israel, sebab ia telah bergumul melawan Allah dan menang. Tetapi ia berjalan timpang seumur hidup. Perjumpaan dengan Tuhan meninggalkan berkat sekaligus bekas.

Dalam Injil, Yesus memandang orang banyak yang lelah dan terlantar seperti domba tanpa gembala, lalu berkata, tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Ada pergulatan lain yang menanti, yaitu doa yang tekun memohon pekerja bagi ladang Tuhan.

Berkat apa yang sedang kuperjuangkan dalam doa, sampai aku berani berkata seperti Yakub: aku tidak akan melepaskan Engkau sebelum Engkau memberkati aku?

Tuhan, kuatkanlah aku dalam pergulatan doaku. Biarpun aku keluar dengan langkah pincang, jangan biarkan aku pergi tanpa berkat-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →