‹ Semua renungan

Jumat, 6 Juli 2029

Perjumpaan di Waktu Senja

Ada saat dalam sehari yang cocok untuk merenung, yaitu menjelang senja. Panas mulai reda, kerja sudah usai, dan hati menjadi lebih peka. Orang yang sedang menanggung sesuatu sering memilih waktu itu untuk berjalan sendirian, menenangkan pikiran.

Ishak melakukan itu. Menjelang senja ia keluar untuk berjalan-jalan di padang. Ia baru saja kehilangan ibunya, Sara, dan hatinya belum utuh. Tetapi justru pada langkah sunyi di padang itulah ia melayangkan pandang dan melihat unta-unta datang membawa Ribka. Sesudah menikahinya, tertulis kalimat yang lembut: Ishak mencintainya, dan demikian ia dihiburkan setelah ibunya meninggal. Tuhan menyembuhkan dukanya bukan dengan menghapus kehilangan, melainkan dengan mengirim kasih yang baru.

Perjumpaan juga menjadi inti Injil hari ini. Yesus lewat dan melihat Matius duduk di rumah cukai, pekerjaan yang membuatnya dijauhi. Kemarin kita mendengar Yesus mengampuni orang lumpuh sebelum menyembuhkannya. Hari ini Ia melanjutkan pekerjaan yang sama, tetapi dengan cara yang lebih berani: Ia memanggil orang berdosa untuk mengikut Dia. Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.

Baik Ishak maupun Matius tidak sedang mencari perjumpaan itu. Ishak sedang berduka, Matius sedang bekerja. Tuhanlah yang datang menghampiri, di padang dan di meja cukai, pada jam yang biasa.

Di senja hidupku yang mana Tuhan sedang mendekat, sementara aku masih menunduk pada mejaku sendiri?

Tuhan, jumpailah aku di tempat aku bekerja dan berduka. Sembuhkan hatiku dengan kasih-Mu, dan panggillah aku untuk mengikut Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →