Kamis, 5 Juli 2029
Allah yang Menyediakan
Ada beban yang terasa lebih berat justru karena dipikul oleh orang yang salah. Kayu bakar untuk korban itu tidak terlalu berat bagi orang dewasa. Tetapi hari itu kayu itu dipikulkan ke bahu Ishak, si anak, sementara ayahnya membawa api dan pisau. Anak itu memikul kayu untuk pembakaran dirinya sendiri, tanpa tahu. Sebuah gambar yang membuat kita ngilu, apalagi bila teringat siapa yang kelak memikul kayu salib-Nya sendiri ke Golgota.
Di tengah jalan Ishak bertanya polos: di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu? Jawab Abraham menjadi salah satu kalimat iman yang paling dalam di seluruh Kitab Suci: Allah yang akan menyediakan anak domba, anakku. Ia tidak tahu bagaimana caranya. Ia hanya percaya bahwa Allah menyediakan. Dan benar, seekor domba jantan tersangkut di belukar, mengganti anaknya.
Abraham menamai tempat itu: Tuhan menyediakan. Iman sering seperti itu. Kita diminta berjalan dahulu, bahkan mendaki dahulu, dan penyediaan itu baru nyata pada saat yang paling genting.
Dalam Injil, Yesus menyediakan sesuatu yang bahkan tidak diminta orang lumpuh itu, yakni pengampunan dosa lebih dulu, baru kesembuhan. Allah kerap memberi lebih dalam dari yang kita duga.
Di gunung mana aku sekarang mendaki, dan beranikah aku percaya bahwa di puncaknya Allah sudah menyediakan?
Tuhan yang menyediakan, kuatkanlah langkahku mendaki, dan ajarilah aku percaya bahwa pada saat yang tepat Engkau pasti mencukupi. Amin.