Selasa, 3 Juli 2029
Luka yang Ditunjukkan
Ada bekas luka yang tidak pernah hilang dari tubuh. Bekas jahitan, bekas jatuh waktu kecil, bekas operasi. Anehnya, justru pada bekas-bekas itulah sering tersimpan kisah yang paling kita ingat. Orang bisa menyembunyikan banyak hal, tetapi parut di kulit tetap bercerita tentang apa yang pernah kita alami dan kita lewati.
Yesus yang bangkit tidak menghapus bekas luka-Nya. Ketika Tomas berkata tidak akan percaya sebelum mencucukkan jari ke bekas paku, Yesus datang justru dengan menawarkan luka itu: taruhlah jarimu di sini, ulurkanlah tanganmu ke lambung-Ku. Tubuh kemuliaan ternyata masih menyimpan tanda salib. Rupanya Ia tidak malu pada luka-Nya, sebab dari sanalah keselamatan kita mengalir.
Tomas disebut Didimus, artinya si kembar. Ia kembar dengan banyak dari kita: ingin percaya, tetapi butuh dipegang; rindu kepada Tuhan, tetapi takut dikecewakan. Yesus tidak membentak keraguan yang jujur itu. Ia melayaninya. Dan dari mulut si peragu keluar pengakuan iman yang paling padat dalam seluruh Injil: Ya Tuhanku dan Allahku.
Ternyata Allah membangun Gereja bukan dari orang-orang yang tak pernah goyah, melainkan dari orang yang luka dan ragunya pernah dijamah Tuhan.
Luka atau ragu mana yang masih kusembunyikan, padahal Yesus justru ingin menjamahnya?
Tuhan Yesus, yang menunjukkan luka-Mu kepada Tomas, jamahlah keraguanku sampai aku pun berseru: ya Tuhanku dan Allahku. Amin.