‹ Semua renungan

Senin, 2 Juli 2029

Berani Menawar

Siapa pernah menawar di pasar tahu bahwa ada seni di dalamnya. Orang yang menawar terlalu rendah dianggap tidak sopan, yang tidak menawar sama sekali dianggap tidak mengerti. Maka pembeli yang baik menawar dengan hati-hati, sedikit demi sedikit, sambil tetap menjaga wajah penjual. Ia berani, tetapi tidak kurang ajar.

Abraham hari ini seperti sedang menawar di hadapan Allah, dan itu untuk keselamatan sebuah kota. Ia mulai dari lima puluh orang benar, lalu turun sampai sepuluh. Setiap kali ia merendahkan diri lebih dulu: walaupun aku debu dan abu, janganlah kiranya Tuhan murka kalau aku berkata sekali lagi. Keberaniannya lahir bukan dari kesombongan, melainkan dari keyakinan bahwa Hakim segenap bumi pasti menghukum dengan adil. Dan yang mengharukan, Allah melayani tawar-menawar itu sampai habis, tidak sekali pun tersinggung.

Hari ini kita mengenang Santo Ireneus, yang namanya berarti damai. Kalimatnya yang termasyhur berbunyi: kemuliaan Allah adalah manusia yang sungguh-sungguh hidup. Bukankah itu yang sedang dibela Abraham? Ia menawar demi nyawa orang, karena tahu bahwa Allah lebih suka menyayangkan daripada membinasakan.

Abraham mengajar kita berdoa dengan cara yang lain: berani mendekat, berani mendesak, tetapi tetap rendah hati. Sebab yang kita hadapi bukan hakim yang keras, melainkan Bapa yang justru menanti kita memihak keselamatan banyak orang.

Untuk siapa aku berani menawar di hadapan Tuhan hari ini, sampai bilangannya turun serendah kasih-Nya?

Tuhan, ajarilah aku berdoa seperti Abraham: berani mendekat, rendah hati, dan selalu memihak keselamatan sesama. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →