‹ Semua renungan

Selasa, 26 Juni 2029

Yang Mengalah

Kemarin Abram diberangkatkan dengan janji. Hari ini janji itu diuji oleh perkara yang sangat duniawi: rebutan lahan. Ternak Abram dan ternak Lot terlalu banyak untuk padang yang sama, dan para gembala mereka mulai berkelahi.

Cara Abram menyelesaikannya layak dicatat. Sebagai yang lebih tua, pemilik janji, dan pemimpin rombongan, ia berhak memilih lebih dulu. Tetapi ia berkata kepada keponakannya: jika engkau ke kiri, aku ke kanan; jika engkau ke kanan, aku ke kiri. Lot melayangkan pandang, melihat Lembah Yordan yang subur berlimpah air, lalu mengambilnya. Abram kebagian sisa: tanah Kanaan yang biasa saja.

Kalah? Justru sesudah Lot pergi, TUHAN berfirman kepada Abram: pandanglah ke empat penjuru, seluruh negeri yang kaulihat akan Kuberikan kepadamu. Orang tua Jawa merumuskannya singkat: ngalah luhur wekasane. Yang mengalah, mulia pada akhirnya. Mengalah bukan kehilangan. Mengalah adalah memberi ruang bagi Allah untuk membagi.

Injil hari ini menyebut jalan yang sesak dan pintu yang sempit menuju kehidupan. Mengalah adalah salah satu pintu sempit itu: tidak enak dilewati, sedikit yang memilihnya, tetapi menuju hidup.

Tuhan, berilah aku kebesaran hati Abram: berani memilih belakangan, karena percaya Engkaulah yang membagi. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →