Sabtu, 23 Juni 2029
Duri yang Tidak Dicabut
Kemarin Paulus berkata mau bermegah atas kelemahannya. Hari ini ia membuka rahasianya. Ada duri dalam dagingnya. Kita tidak tahu persis wujudnya: penyakit menahun, cacat bicara, atau luka batin. Yang jelas menyakitkan, sebab tiga kali ia berseru minta duri itu dicabut.
Dan jawaban Tuhan bukan pencabutan. Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Doa Paulus dikabulkan dengan cara yang tidak dimintanya: durinya tetap, tetapi ia diberi kekuatan untuk hidup bersama duri itu. Bahkan lebih dari itu, duri tersebut menjaga Paulus tetap rendah hati di tengah segala penglihatan sorgawinya.
Kita semua punya duri. Penyakit yang tidak sembuh-sembuh, anggota keluarga yang sulit, kekurangan diri yang memalukan. Bertahun-tahun kita berdoa minta dicabut, dan langit seperti diam. Kisah Paulus mengajak kita mendengar lebih teliti: jangan-jangan jawabannya sudah datang, hanya bentuknya bukan pencabutan melainkan kekuatan harian.
Injil hari ini senada. Jangan kuatir tentang besok; pandanglah burung di langit dan bunga bakung di ladang. Bapamu tahu. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari, dan rahmat-Nya pun dijatah harian: selalu cukup, tidak pernah kurang.
Tuhan, kalau duriku belum Kaucabut, cukupkanlah aku dengan rahmat-Mu untuk hari ini saja. Besok kita bicara lagi. Amin.