Jumat, 22 Juni 2029
Ngengat dan Karat
Bukalah lemari yang paling jarang disentuh di rumah. Di sana biasanya tersimpan barang-barang yang dulu dibeli dengan perjuangan: kain mahal yang sayang dipakai, perkakas yang sayang digunakan. Dan lihatlah keadaannya kini. Kain berlubang dimakan ngengat, perkakas menguning dimakan karat. Barang yang disayang-sayang justru rusak karena disimpan.
Yesus rupanya mengenal isi lemari kita. Janganlah mengumpulkan harta di bumi, kata-Nya, di bumi ngengat dan karat merusakkannya. Ini bukan larangan bekerja atau menabung. Ini pemberitahuan tentang sifat barang: semua yang kita genggam di bumi sedang dalam proses menjadi rusak. Lalu Yesus menutup dengan kalimat yang layak digantung di pintu lemari: di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Hati kita ternyata ikut tersimpan bersama harta kita. Kalau hartanya bisa dimakan ngengat, hatinya ikut digerogoti rasa was-was.
Paulus dalam bacaan pertama memamerkan kekayaan jenis lain: daftar panjang penderitaannya demi Injil. Aneh, tetapi itulah simpanan yang tidak berkarat. Kasih yang sudah diberikan tidak bisa dicuri siapa pun.
Yang kita genggam akan rusak. Yang kita berikan justru selamat, tersimpan di tempat yang tidak dijangkau ngengat.
Tuhan, pindahkanlah hatiku dari lemari yang bisa keropos kepada-Mu yang kekal. Amin.