‹ Semua renungan

Kamis, 14 Juni 2029

Sebelum ke Mezbah

Hampir setiap keluarga punya kisah semacam ini: dua saudara duduk di gereja yang sama, menyanyikan lagu yang sama, dan sudah tiga tahun tidak saling menyapa gara-gara warisan. Persembahannya jalan terus. Damainya macet.

Kepada orang seperti itulah, artinya kepada kita, Yesus hari ini berkata dengan sangat lugas: jika engkau mempersembahkan persembahanmu di mezbah dan teringat saudaramu menyimpan sesuatu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu, pergilah berdamai dahulu, baru kembali. Urutannya dibalik. Kita mengira Allah paling senang menerima persembahan; ternyata Ia rela persembahan untuk-Nya ditunda demi rukunnya dua orang bersaudara. Mezbah bisa menunggu. Luka tidak.

Kemarin Yesus berkata bahwa Ia datang untuk menggenapi hukum. Inilah salah satu bentuk genapnya: ibadah dan pendamaian tidak boleh bercerai.

Paulus dalam bacaan pertama berbicara tentang selubung yang menutupi hati, yang baru diambil ketika orang berbalik kepada Tuhan. Dendam itu salah satu selubung yang paling tebal. Selama ia terpasang, wajah saudara terlihat sebagai musuh dan wajah Allah terlihat samar.

Adakah nama yang muncul di kepala kita saat membaca renungan ini? Nama itu bukan gangguan. Nama itu justru undangan.

Tuhan, sebelum aku membawa persembahan, berilah aku keberanian membawa salam damai kepada orang yang Kauingatkan hari ini. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →