Sabtu, 9 Juni 2029
Dua Peser
Di kotak kolekte, semua uang jatuh dengan bunyi yang hampir sama. Tidak ada mesin yang mengumumkan siapa memberi berapa. Tetapi hari ini kita tahu: ada yang menghitung dengan cara lain.
Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan. Orang-orang kaya memasukkan jumlah besar. Lalu datang seorang janda miskin memasukkan dua peser, pecahan paling kecil. Dan Yesus memanggil murid-murid-Nya, seperti orang menemukan harta karun: janda ini memberi lebih banyak daripada semua orang. Sebab yang lain memberi dari kelimpahan, ia memberi dari kekurangan, seluruh nafkahnya.
Hitungan Allah memang aneh. Ia tidak mengukur berapa yang keluar, melainkan berapa yang tersisa. Yang tersisa pada janda itu: nol. Itu bukan matematika. Itu penyerahan diri.
Hari ini Gereja mengenang Hati Maria yang Tak Bernoda. Maria persis seperti janda itu: tidak memberi sebagian, melainkan seluruh. Jadilah padaku menurut perkataan-Mu adalah dua peser yang dijatuhkannya ke dalam peti Allah, dan tidak pernah ditariknya kembali.
Kita gampang menunda memberi karena merasa punya sedikit. Nanti kalau sudah lega, baru berbagi. Janda itu membalik urutannya. Ia memberi dulu, dan mempercayakan sisanya kepada Allah.
Tuhan, ajarilah aku memberi bukan dari sisa, melainkan dari hati, seperti Maria yang menyerahkan segalanya. Amin.