‹ Semua renungan

Kamis, 7 Juni 2029

Satu Tarikan Napas

Cobalah menarik napas tanpa menghembuskannya. Tidak bisa lama. Menghirup dan menghembuskan bukan dua pekerjaan, melainkan satu kehidupan.

Kemarin orang Saduki mencobai Yesus dengan soal kebangkitan. Hari ini datang seorang ahli Taurat dengan pertanyaan yang lebih jujur: hukum manakah yang paling utama? Yesus menjawab dengan dua kalimat yang sengaja tidak dipisahkan. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati. Dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri. Ditanya satu, dijawab dua. Sebab keduanya memang satu tarikan napas. Mengaku mencintai Allah tanpa mencintai sesama itu seperti menghirup tanpa menghembuskan: kelihatannya rohani, sebenarnya sesak.

Ahli Taurat itu paham. Kasih macam itu, katanya, jauh lebih utama daripada semua kurban bakaran. Dan Yesus memujinya: engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah.

Hari ini Gereja mengenang Karolus Lwanga dan kawan-kawannya, para martir muda Uganda. Mereka dibakar karena menolak kehendak jahat raja. Cinta mereka kepada Allah tidak berhenti di kapel; ia menjadi keberanian melindungi kawan-kawan yang paling muda. Napas yang utuh, sampai hembusan penghabisan.

Kita tidak diminta mati dibakar. Kita hanya diminta berhenti memisahkan doa dari kasih kepada orang di sebelah kita.

Tuhan, satukanlah dalam diriku cinta kepada-Mu dan cinta kepada sesama, seperti napas yang masuk dan keluar. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →