‹ Semua renungan

Sabtu, 26 Mei 2029

Menerima seperti Anak

Perhatikan cara anak kecil menerima pemberian. Ia tidak berbasa-basi menolak, tidak menghitung apakah ia pantas, tidak diam-diam merasa berutang. Ia hanya mengulurkan tangan, menerima, lalu gembira. Menerima dengan polos seperti itu ternyata sebuah keahlian yang justru hilang ketika kita dewasa.

Orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus supaya Ia menjamah mereka, tetapi murid-murid memarahi mereka. Bagi para murid, anak-anak itu penghalang, urusan sepele yang menyita waktu Guru. Yesus marah melihatnya dan berkata, biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Lalu Ia menambahkan syarat yang membalik nalar orang dewasa: barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.

Kita terbiasa berpikir bahwa segala yang berharga harus diusahakan, dibayar, dipantaskan. Maka kita pun memperlakukan rahmat seperti gaji: harus diperoleh dengan jerih payah. Yesus berkata sebaliknya. Kerajaan Allah tidak dicapai, ia diterima, seperti anak menerima pelukan tanpa merasa harus membayarnya.

Hari ini Gereja mengenang Santo Filipus Neri, imam yang begitu dekat dengan orang-orang muda dan anak-anak. Ia paham bahwa kekudusan tidak harus muram. Menjadi seperti anak kecil di hadapan Allah berarti berhenti berhitung, dan mulai percaya bahwa kita dikasihi cuma-cuma.

Tuhan, kembalikanlah kepadaku hati seorang anak, yang tahu menerima kasih-Mu dengan tangan terbuka, tanpa merasa harus membayarnya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →