Rabu, 23 Mei 2029
Kebaikan dari Luar Pagar
Ketika ada kerja bakti di kampung dan seseorang dari kampung sebelah ikut menyingsingkan lengan membantu, biasanya ada dua reaksi. Yang lapang berkata, syukurlah, makin banyak tangan makin ringan. Yang sempit berbisik, kok orang luar ikut campur di sini? Kebaikan yang datang dari luar pagar kita ternyata tidak selalu mudah kita terima.
Yohanes mengalami reaksi yang kedua. Guru, katanya, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah dia, karena ia bukan pengikut kita. Alasannya sederhana dan sangat manusiawi: ia bukan bagian dari kelompok kami. Tetapi Yesus menjawab dengan lapang, jangan kamu cegah dia. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.
Ada godaan halus dalam hidup beriman: mengira bahwa kebaikan hanya sah kalau keluar dari kelompok kita sendiri, dengan bendera dan nama yang sama. Yesus jauh lebih murah hati. Ia bersukacita atas setiap kebaikan yang dilakukan dalam nama-Nya, dari mana pun asalnya.
Barangkali hari ini kita bertemu kebaikan dari orang yang berbeda golongan, berbeda paham, berbeda cara. Sebelum sibuk memeriksa apakah ia satu barisan dengan kita, ada baiknya kita ingat kelapangan Tuhan sendiri. Kebaikan tidak perlu kartu anggota untuk diakui.
Tuhan, luaskanlah hatiku yang gampang menyekat, dan ajarilah aku bersukacita atas setiap kebaikan yang dilakukan dalam nama-Mu, dari mana pun datangnya. Amin.