‹ Semua renungan

Senin, 21 Mei 2029

Yang Hanya Tunduk pada Doa

Setiap orang tua yang pernah menunggui anak sakit tahu rasa tak berdaya itu. Segala cara sudah dicoba: obat, dokter, doa yang diulang-ulang. Tangan terasa kosong, dan yang tersisa hanya harapan yang bercampur putus asa. Ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan kepandaian atau kekuatan, hanya dengan menyerahkannya kepada Yang Mahakuasa.

Seorang ayah membawa anaknya yang kerasukan kepada murid-murid Yesus, tetapi mereka tidak sanggup menyembuhkannya. Ketika Yesus datang, sang ayah berkata dengan jujur, jika Engkau dapat, tolonglah kami. Yesus menegur halus kata jika itu, dan ayah itu pun berseru dengan air mata: aku percaya, tolonglah aku yang tidak percaya. Sebuah doa yang retak namun jujur. Ia percaya dan ragu pada saat yang sama, dan ia membawa keduanya kepada Tuhan tanpa berpura-pura.

Kepada murid-murid yang bertanya mengapa mereka gagal, Yesus menjawab, jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa. Ada beban yang memang tidak tunduk pada usaha kita, hanya pada doa.

Hari ini Gereja mengenang Maria sebagai Bunda Gereja. Ia ibu yang tidak pernah berhenti membawa anak-anaknya kepada Putranya, terutama ketika kita sendiri kehabisan daya. Ketika iman kita retak seperti ayah tadi, ada seorang Bunda yang menopang doa kita yang setengah percaya.

Tuhan, aku percaya, tolonglah aku yang tidak percaya. Dan biarlah Bunda-Mu menyertai doaku yang lemah ini. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →