‹ Semua renungan

Sabtu, 19 Mei 2029

Dirantai, Firman-Nya Tidak

Sebuah kamar kontrakan yang sempit tidak bisa menahan suara. Nyanyian dari dalamnya menembus dinding tipis, terdengar sampai ke gang, ke rumah sebelah, ke ujung jalan. Tembok bisa mengurung tubuh, tetapi tidak bisa mengurung suara yang keluar dari mulut orang yang tak mau diam.

Kisah Para Rasul ditutup dengan gambar seperti itu. Paulus tiba di Roma bukan sebagai tamu terhormat, melainkan sebagai tahanan, tinggal dua tahun penuh di rumah sewaan dengan seorang prajurit menjaganya. Tubuhnya terbatas. Namun kalimat terakhir kitab ini justru berbunyi: dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah. Paulus dirantai, tetapi firman yang ia bawa tidak.

Lukas sengaja tidak menuliskan akhir kisah Paulus. Kitab itu berhenti seakan belum selesai, dan memang belum. Sebab pemberitaan Injil tidak berhenti di kamar sewaan Roma. Ia diteruskan dari mulut ke mulut, dari abad ke abad, sampai tiba juga di telinga kita hari ini.

Kadang kita merasa ruang gerak kita sempit: sakit membatasi, tanggung jawab mengikat, keadaan mengunci. Tetapi keterbatasan tubuh tidak pernah bisa mengunci kebaikan yang mau keluar. Dari kamar yang paling sempit sekalipun, kasih dan kesaksian masih bisa menembus tembok.

Tuhan, ketika keadaanku membatasi ruang gerakku, biarlah firman dan kasih-Mu tetap mengalir keluar dariku tanpa terbendung. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →