‹ Semua renungan

Jumat, 18 Mei 2029

Seorang yang Katanya Hidup

Kadang orang luar tanpa sengaja merangkum iman kita lebih tajam daripada kita sendiri. Ia tidak paham seluk-beluknya, tetapi karena berdiri di kejauhan, ia justru menangkap intinya dalam satu kalimat sederhana.

Festus, gubernur Romawi, kebingungan menjelaskan perkara Paulus kepada Raja Agripa. Ia bukan orang beriman, dan urusan ini terasa asing baginya. Maka ia meringkasnya dengan nada heran: perselisihan mereka hanya soal agama mereka, dan tentang seorang bernama Yesus yang sudah mati, sedangkan Paulus katakan dengan pasti bahwa Ia hidup. Tanpa ia sadari, Festus baru saja menyebut jantung seluruh iman Kristen. Semua bertumpu pada satu perkara: Yesus yang mati itu, benarkah Ia hidup?

Bagi Festus itu cuma sengketa membingungkan yang tak layak dipusingkan. Bagi Paulus itu adalah segalanya, sampai ia rela dipenjara dan naik banding ke Kaisar demi memberi kesaksian tentangnya. Selisih pandangan itu bukan soal sepele. Ia soal apakah kematian punya kata terakhir atau tidak.

Kita pun hidup dari klaim yang sama sederhananya dan sama menggemparkannya: Ia hidup. Kalau itu benar, tidak ada satu pun bagian hidup kita yang boleh dibiarkan tetap seperti sedia kala. Pertanyaan Festus yang setengah acuh itu sebenarnya pertanyaan paling penting yang bisa diajukan kepada siapa saja: percayakah engkau bahwa Ia hidup?

Tuhan, teguhkanlah dalam hatiku kepastian bahwa Engkau sungguh hidup, dan biarlah kepastian itu mengubah caraku menjalani setiap hari. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →