‹ Semua renungan

Kamis, 17 Mei 2029

Rukun sebagai Kesaksian

Tetangga tahu banyak tentang sebuah keluarga bukan dari cerita yang diucapkan, melainkan dari suara yang terdengar dari balik tembok. Rumah yang penghuninya rukun memancarkan sesuatu yang tidak perlu dijelaskan. Sebaliknya, keluarga yang tiap hari ribut sulit meyakinkan orang bahwa mereka bahagia, sefasih apa pun kata-katanya.

Dalam doa-Nya yang panjang menjelang sengsara, Yesus meminta satu hal yang mengejutkan: supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa. Lalu Ia menyebut alasannya: supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang mengutus Aku. Kesatuan para murid ternyata bukan sekadar urusan kenyamanan internal. Ia adalah bukti yang dilihat dunia. Dunia akan percaya kepada Kristus bukan pertama-tama karena khotbah yang hebat, melainkan karena melihat pengikut-Nya sungguh saling mengasihi.

Ironisnya, hal yang paling sulit dalam Gereja justru sering ini: rukun. Kita bisa sepakat soal ajaran, tetapi retak soal perkara sepele. Padahal perpecahan kita, sekecil apa pun, melemahkan kesaksian yang paling meyakinkan.

Bacaan pertama memperlihatkan betapa mudahnya orang terpecah. Mahkamah Agama langsung ribut begitu Paulus menyinggung soal kebangkitan. Perpecahan memang gampang. Kesatuan yang menuntut harga. Hari ini, adakah keretakan kecil di sekitar kita yang bisa kita mulai jahit kembali?

Tuhan, jadikanlah kami satu, supaya dunia melihat dan percaya. Mulailah dari aku, dari keretakan kecil yang bisa kupulihkan hari ini. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →