‹ Semua renungan

Rabu, 16 Mei 2029

Genggaman yang Dibuka

Coba kepalkan tangan erat-erat, lalu minta seseorang menaruh sesuatu di telapak itu. Tidak bisa. Tangan yang menggenggam justru tidak sanggup menerima. Untuk bisa diberi, tangan harus lebih dulu terbuka. Dan tangan yang terbuka, anehnya, adalah tangan yang siap memberi.

Kemarin Paulus mulai berpamitan kepada para penatua Efesus. Hari ini pamitan itu sampai pada puncaknya, dan ia menutupnya dengan mengutip satu kalimat Tuhan Yesus yang tidak tercatat di Injil mana pun: adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima. Ia tidak sekadar berteori. Ia menunjuk tangannya sendiri: dengan tangan ini aku bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawanku. Perak, emas, dan pakaian orang lain tidak pernah ia ingini. Ia hidup untuk memberi, bukan mengumpulkan.

Dunia biasanya mengajar sebaliknya, bahwa bahagia diukur dari seberapa banyak yang masuk ke genggaman kita. Yesus membaliknya. Kebahagiaan yang sejati justru mengalir keluar. Orang yang tangannya selalu terbuka untuk memberi ternyata adalah orang yang paling kaya, sebab hatinya tidak pernah takut kekurangan.

Kalimat perpisahan Paulus ini diucapkan sambil berlutut, dan semua menangis memeluknya. Ia meninggalkan mereka bukan dengan warisan harta, melainkan dengan teladan tangan yang terbuka. Hari ini, tangan kita lebih sering mengepal atau membuka?

Tuhan, bukalah genggamanku yang erat, dan ajarilah aku menemukan bahagia bukan dalam menerima, melainkan dalam memberi. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →