‹ Semua renungan

Selasa, 15 Mei 2029

Menyelesaikan, Bukan Menang

Dalam lomba lari jarak jauh, tidak semua peserta berangan menjadi juara. Sebagian besar punya cita-cita yang jauh lebih sederhana: sampai di garis akhir. Tidak berhenti di tengah jalan, tidak menyerah di kilometer yang berat. Bagi mereka, menyelesaikan sudah merupakan kemenangan.

Paulus berpamitan kepada para penatua Efesus dengan semangat pelari seperti itu. Aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, katanya, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan Tuhan Yesus kepadaku. Ia tidak menyombongkan hasil besar. Ia hanya ingin tuntas, menyelesaikan apa yang dipercayakan kepadanya, sampai selesai.

Dan pelayanan itu tidak ia jalani dengan gagah tanpa luka. Ia mengaku melayani sambil banyak mencucurkan air mata, di tengah pencobaan dan ancaman. Menyelesaikan tugas ternyata bukan soal tidak pernah menangis, melainkan soal terus melangkah meski sambil menangis.

Kita mudah tergoda mengukur hidup dari puncak prestasi: jabatan tertinggi, hasil terbesar, tepuk tangan terkeras. Paulus mengukurnya lain. Yang penting bukan seberapa tinggi kita sampai, melainkan apakah kita menuntaskan bagian yang dipercayakan kepada kita. Adakah tugas kecil yang dititipkan Tuhan, yang selama ini kita tinggalkan setengah jalan?

Tuhan, berilah aku ketekunan untuk menyelesaikan bagian yang Kaupercayakan, sampai ke garis akhir, meski jalannya berat dan berair mata. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →