‹ Semua renungan

Senin, 14 Mei 2029

Percayakah Kamu Sekarang?

Ada momen di kelas ketika murid mengangguk mantap, sekarang saya sudah paham, Bu. Guru yang berpengalaman biasanya tersenyum tipis. Ia tahu, keyakinan yang datang secepat itu sering menguap secepat itu pula, begitu soal ujian yang sebenarnya muncul.

Para murid mengalami hal serupa di ruang perjamuan. Setelah Yesus berbicara terus terang, mereka berseru penuh percaya diri: sekarang kami tahu, Engkau datang dari Allah. Jawaban Yesus tidak menghardik, tetapi jujur dan mengejutkan: percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing dan meninggalkan Aku seorang diri. Beberapa jam lagi keyakinan mereka yang menggebu itu akan tercerai di taman Getsemani.

Namun Yesus tidak berhenti pada teguran. Ia justru menutup dengan penghiburan: dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. Perhatikan bedanya. Keyakinan murid rapuh dan cepat goyah. Kepastian Yesus kokoh, sebab bukan bersandar pada perasaan, melainkan pada kemenangan yang sudah pasti.

Kita pun kerap merasa iman kita sedang kuat-kuatnya, lalu terkejut betapa cepat ia rontok saat cobaan datang. Kabar baiknya, iman kita tidak ditopang oleh kehebatan kita memegang Tuhan, melainkan oleh kesetiaan Tuhan memegang kita. Ketika kita tercerai, Ia tetap tidak sendirian, sebab Bapa menyertai-Nya, dan karena itu Ia pun menyertai kita.

Tuhan, ketika keyakinanku ternyata rapuh, sandarkanlah aku bukan pada kekuatanku memegang Engkau, melainkan pada kesetiaan-Mu memegang aku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →