Sabtu, 5 Mei 2029
Pintu yang Tertutup, Seberang yang Dituju
Rencana perjalanan sering tidak berjalan lurus. Kita hendak lewat jalur biasa, ternyata longsor. Coba jalur lain, ternyata banjir. Dengan kesal kita memutar jauh, dan justru di jalan memutar itu bertemu sesuatu yang tak pernah kita duga: pemandangan, orang, atau kesempatan yang tak akan ada seandainya jalur pertama lancar.
Paulus mengalami hal yang lebih halus. Ia hendak memberitakan Injil di Asia, tetapi Roh Kudus mencegah. Ia mencoba masuk ke Bitinia, Roh Yesus pun tidak mengizinkan. Dua pintu tertutup berturut-turut. Pasti membingungkan. Namun pada suatu malam tampaklah penglihatan: seorang Makedonia berseru, menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami. Barulah jelas, dua pintu yang tertutup itu ternyata sedang mengarahkan langkahnya ke seberang lautan.
Kita cenderung membaca pintu yang tertutup sebagai kegagalan. Padahal kadang itu cara Tuhan memindahkan kita ke tempat yang benar. Yang penting, Paulus tetap berjalan, tidak berhenti mengetuk hanya karena satu pintu terkunci.
Mungkin hari ini ada rencana kita yang mentok. Sebelum kecewa terlalu dalam, ada baiknya bertanya pelan: jangan-jangan aku sedang diarahkan ke seberang yang lain.
Tuhan, ketika pintu-pintuku tertutup, jagalah aku tetap melangkah, dan bukakanlah mataku pada seberang yang Engkau tuju. Amin.