Jumat, 27 April 2029
Bengkel Yusuf
Hari ini Gereja mengenang Santo Yusuf Pekerja. Dan kebetulan yang indah: Injil hari ini memperdengarkan Yesus berbicara seperti seorang tukang. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Menyediakan tempat. Itu bahasa orang yang paham pekerjaan tangan. Yesus besar di bengkel Yusuf, di antara bau serutan kayu, garis ukur, dan bunyi gergaji. Dari Yusuf Ia belajar bahwa menyiapkan sesuatu bagi orang lain membutuhkan ketekunan yang sunyi: mengukur dengan teliti, mengerjakan dengan jujur, menyelesaikan sampai halus. Maka ketika hendak menghibur para murid yang gelisah, Ia memakai gambaran yang paling Ia kenal: Aku sedang menyiapkan rumah untukmu.
Yusuf sendiri tidak meninggalkan satu kalimat pun dalam Alkitab. Tidak ada khotbahnya yang dicatat. Yang ia wariskan hanyalah pekerjaan yang beres dan keluarga yang terjaga. Rupanya orang bisa menjadi kudus tanpa banyak bicara, cukup dengan bekerja penuh kasih dan tanggung jawab.
Dalam bacaan pertama, Paulus melanjutkan khotbahnya yang kemarin kita dengar: janji kepada para leluhur telah digenapi Allah dengan membangkitkan Yesus. Allah pun ternyata pekerja yang menyelesaikan proyek-Nya, tidak berhenti di tengah jalan.
Maka meja kerja kita, dapur kita, sawah dan bengkel kita, semuanya bisa menjadi tempat doa. Kerjakan yang hari ini ada di tangan dengan tekun dan jujur. Itu cara Yusuf berkhotbah.
Santo Yusuf Pekerja, doakanlah kami, agar pekerjaan tangan kami hari ini menjadi pujian bagi Allah. Amin.