Jumat, 27 April 2029
Jumat IV Paskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 13:26-33
Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita. Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat. Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati itu, namun mereka telah meminta kepada Pilatus supaya Ia dibunuh. Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu yang ada tertulis tentang Dia, mereka menurunkan Dia dari kayu salib, lalu membaringkan-Nya di dalam kubur. Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini. Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini.
Mazmur Tanggapan Mazmur 2:6-11
Bacaan Injil Yohanes 14:1-6
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Renungan
Bengkel Yusuf
Hari ini Gereja mengenang Santo Yusuf Pekerja. Dan kebetulan yang indah: Injil hari ini memperdengarkan Yesus berbicara seperti seorang tukang. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Menyediakan tempat. Itu bahasa orang yang paham pekerjaan tangan. Yesus besar di bengkel Yusuf, di antara bau serutan kayu, garis ukur, dan bunyi gergaji. Dari Yusuf Ia belajar bahwa menyiapkan sesuatu bagi orang lain membutuhkan ketekunan yang sunyi: mengukur dengan teliti, mengerjakan dengan jujur, menyelesaikan sampai halus. Maka ketika hendak menghibur para murid yang gelisah, Ia memakai gambaran yang paling Ia kenal: Aku sedang menyiapkan rumah untukmu.
Yusuf sendiri tidak meninggalkan satu kalimat pun dalam Alkitab. Tidak ada khotbahnya yang dicatat. Yang ia wariskan hanyalah pekerjaan yang beres dan keluarga yang terjaga. Rupanya orang bisa menjadi kudus tanpa banyak bicara, cukup dengan bekerja penuh kasih dan tanggung jawab.
Dalam bacaan pertama, Paulus melanjutkan khotbahnya yang kemarin kita dengar: janji kepada para leluhur telah digenapi Allah dengan membangkitkan Yesus. Allah pun ternyata pekerja yang menyelesaikan proyek-Nya, tidak berhenti di tengah jalan.
Maka meja kerja kita, dapur kita, sawah dan bengkel kita, semuanya bisa menjadi tempat doa. Kerjakan yang hari ini ada di tangan dengan tekun dan jujur. Itu cara Yusuf berkhotbah.
Santo Yusuf Pekerja, doakanlah kami, agar pekerjaan tangan kami hari ini menjadi pujian bagi Allah. Amin.
Invitatorium
JUMAT IV PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Jumat dalam Pekan ke-4 Paskah
MADAH
Ada keluasan dalam belas kasih Allah
Ant. 1 Nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami tentang kuasa Tuhan; mereka telah mengisahkan kepada kami perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, alleluya.
Mazmur 78:1-39
Sejarah keselamatan mengungkapkan kebaikan Allah dan kesetiaan umat-Nya
Peristiwa-peristiwa ini diingat sebagai peringatan bagi kita. (1 Korintus 10:6).
Ant. Nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami tentang kuasa Tuhan; mereka telah mengisahkan kepada kami perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, alleluya.
Ant. 2 Anak-anak Israel makan manna dan minum dari batu rohani yang mengikuti mereka, alleluya.
Ant. Anak-anak Israel makan manna dan minum dari batu rohani yang mengikuti mereka, alleluya.
Ant. 3 Mereka ingat bahwa Allah adalah penolong dan penebus mereka, alleluya.
Ant. Mereka ingat bahwa Allah adalah penolong dan penebus mereka, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Wahyu 17:14; 6:2
RESPONSORIUM Kolose 1:18; 2:12b, 9-10, 12a
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Kristus menyerahkan diri untuk kita dengan menjadi persembahan dan kurban bagi Allah, alleluya.
Mazmur 50 (51)
Ant.1: Kristus menyerahkan diri untuk kita dengan menjadi persembahan dan kurban bagi Allah, alleluya.
Ant.2: Hai Yerusalem, kota Allah, engkau akan bermandikan cahaya gemilang, alleluya.
Tb 13,10-16
Ant.2: Hai Yerusalem, kota Allah, engkau akan bermandikan cahaya gemilang, alleluya.
Ant.3: Kulihat Yerusalem baru, turun dari surga, alleluya.
Mazmur 147 (147B)
Ant.3: Kulihat Yerusalem baru, turun dari surga, alleluya.
Bacaan singkat: (Kis 5,39-32)
Ant.Kidung: Aku pergi menyediakan tempat bagimu. Aku akan menghantar kamu, agar tinggal bersama dengan Daku, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Aku pergi menyediakan tempat bagimu. Aku akan menghantar kamu, agar tinggal bersama dengan Daku, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
JUMAT IV SIANG
Madah
Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan, alleluya.
Mazmur 118 (119),161-168
Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan, alleluya.
Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa, alleluya.
Mazmur 132 (133)
Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa, alleluya.
Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa, alleluya.
Mazmur 139 (140),1-9.13-14
Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa, alleluya.
Bacaan singkat: (Gal 3,27-28)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
JUMAT IV SORE
Madah
Ant.1: Demikian besar cinta Allah kepada dunia, sehingga Ia menyerahkan PuteraNya yang tunggal, alleluya.
Mazmur 144 (145) - I
Ant.1: Demikian besar cinta Allah kepada dunia, sehingga Ia menyerahkan PuteraNya yang tunggal, alleluya.
Ant.2: Agung dan mulialah Raja abadi yang tak dapat mati, alleluya.
Mazmur 144 (145) - II
Ant.2: Agung dan mulialah Raja abadi yang tak dapat mati, alleluya.
Ant.3: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Dialah keselamatanku, alleluya.
Why 15,3-4
Ant.3: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Dialah keselamatanku, alleluya.
Bacaan singkat: (Ibr 5,8-10)
Ant.Kidung: Gembala yang baik mempertaruhkan nyawa bagi domba-dombanya, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Gembala yang baik mempertaruhkan nyawa bagi domba-dombanya, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - JUMAT
Doa Tobat
Madah
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Yer 14,9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Lydia Longley
Pengaku Iman
Lydia Longley lahir pada tahun 1674 di Groton, sebuah daerah koloni Inggris di Amerika Serikat. Keluarga Longley penganut agama Protestan Puritan, yang keras sekali pandangan hidupnya. Ibunya meninggal dunia ketiak Lydia bersama tiga orang adiknya: Will, Jemina dan John masih kecil. Dalam usia remajanya, Lydia terpaksa menggantikan ibunya dalam mengurusi adik-adiknya. Hal ini dilakukannya sampai saat ayahnya William Longley menikah lagi dengan Crips Deliverance, seorang janda muda. Semenjak itu, Crips mengambil ahli lagi tugas-tugas Lydia sebagai ibu rumah tangga.
Dari perkawinan kedua ini, William memperoleh lagi empat orang anak: Yosef, Betty, Richard dan Mathaniel. William mendidik anak-anaknya penuh disiplin bahkan keras. Mereka dilatih untuk bekerja, berdoa dan menulis. Lydia dibebani tugas mendampingi adik-adiknya dalam melaksanakan tugas-tugas itu. Setiap minggu mereka bersama orang Kristen lainnya, dan mendengarkan khotbah pendeta Hobart. Selain itu, Willliam melatih anak-anaknya menggunakan senjata untuk membela diri bila ada suatu bahaya. Bahaya besar yang selalu mengancam hidup mereka ialah serangan orang-orang Indian yang masih biadab. Pada tahun 1694, daerah Groton diserang oleh orang-orang Indian Abenaki. Ayah dan ibunya bersama beberapa orang lainnya mati terbunuh dalam peristiwa itu. Tinggallah Lydia, Betty dan John dibiarkan hidup oleh orang-orang Indian itu. Mereka dibawa sebagai tawanan ke New France, daerah koloni Prancis. Di tengah perjalanan itu, Betty meninggal dunia dan John dipisahkan dari Lydia.
Setibanya di New France, Lydia dihadapkan ke depan penguasa Prancis setempat. Disana hadir juga tuan Le Ber, seorang duda yang beragama Katolik. Oleh Tuan Le Ber, Lydia ditebus dan diangkat menjadi anaknya sendiri. Semenjak itu, kehidupan Lydia tergantung sepenuhnya pada kebaikan hati Le Ber dan anak-anaknya Pierre dan Jeanne. Ia merasa senang karena diperlakukan sebagai anak kandung dengan cara hidup Katolik dari keluarga Le Ber, maupun dari segenap warga kota New France. Lydia kemudian berkenalan dengan Pastor Pere Meriel, imam di New Frence dan suster-suster Notre Dame. Atas pemintaan Tuan Le Ber, seorang suster datang mengajarkan bahasa Prancis kepada Lydia. Pada suatu hari, Lydia diperkenalkan pada suster Mere Bourgooys, pendiri kongregasi tersebut. Pertemuannya dengan suster Mere Bourgooys menumbuhkan dalam hatinya keinginan untuk menjadi suster juga.
Atas pengaruh keluarga Le Ber, suster-suster dan pastor Meriel, Lydia kemudian dipermandikan menjadi Katolik pada tanggal 24 April 1696 dengan nama Magdalena. Kemudian ia diterima menjadi suster dengan nama suster Magdalena. Pada tanggal 19 September 1699, ia mengikrarkan kaul kekal. Setelah bertugas di New France selama beberapa tahun, Lydia dikirim ke pulau Orleans untuk menjadi superior biara Keluarga Kudus disana. Ia meninggal dunia pada tanggal 21 Juni 1758 dan dimakamkan di kapela Kanak-Kanak Yesus di Montreal.
Santa Zita
Pengaku Iman
Santa Zita di lahirkan di Monte Sagrati, Italia Tengah pada tahun 1218. Pada umur 12 tahun ia menjadi pelayan / pembantu rumah pada keluarga Pagano Di Fatinelli, seorang pengusaha tekstil yang kaya.
Zita juga bekerja di pabrik orangtuanya, sebagai buruh, ia memperlihatkan perilaku yang saleh dan murah hati. Hal ini menimbulkan amarah dari pelayan-pelayan yang lain. Selain itu, ia pun dimarahi oleh orangtuanya karena mengambil sejumlah besar makanan dan pakaian untuk dibagi-bagikan kapada para miskin. Namun keluarga Fatinelli memahami maksud Zita dan turut menambahkan bantuan kepadanya untuk melanjutkan karya-karya cinta kasih.
Setelah beberapa tahun, ia dibiarkan membantu anak-anak dan menjadi pengurus rumah tangga Fatinelli. Dalam tahun-tahun terakhir hidupnya, keluarga Fatinelli membebaskan dia dari tugas-tugas rumah dan membiarkan dia mengunjungi orang-orang sakit dan para tawanan di penjara.
Setelah kematiannya, jenazahnya di kuburkan di gereja Santo Frediano di Lucca. Ia meninggal pada tanggal 27 April 1278 di Lucca, dekat tempat kelahirannya. Pada tahun 1696, ia digelari "kudus" oleh Sri Paus Innocentio XII (1691-1700).