Selasa, 24 April 2029
Genggaman yang Tidak Lelah
Ketika orang tua menggandeng anak kecil menyeberang jalan raya, perhatikan tangannya. Bukan si anak yang memegang, melainkan orang tuanya yang menggenggam. Sebab genggaman anak cepat lelah dan mudah teralih; di tengah jalan ia bisa saja melepas demi mengejar sesuatu. Maka yang dewasa yang memegang, dan tidak melepaskan.
Di serambi Salomo, Yesus memberi jaminan dengan gambar yang sama: domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Lalu Ia menambahkan lapisan kedua: seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Dua genggaman, saling menutup. Keselamatan kita tidak tergantung pada kuatnya kita berpegang pada Tuhan, melainkan pada kuatnya Tuhan berpegang pada kita. Untunglah begitu, sebab tangan kita gampang sekali lelah.
Bacaan pertama meneruskan kisah kemarin. Setelah Petrus menjelaskan penglihatannya dan pintu bagi bangsa-bangsa terbuka, hari ini kita melihat pintu itu dimasuki: di Antiokhia banyak orang Yunani menjadi percaya, dan di sanalah murid-murid untuk pertama kalinya disebut Kristen. Genggaman tangan itu terus meluas, menjangkau orang-orang yang dulu dianggap di luar jangkauan.
Bagi kita yang sering merasa imannya kendor, kabar hari ini menenangkan: yang menentukan bukan erat tidaknya peganganku, melainkan setia tidaknya Dia. Dan Dia tidak pernah melepaskan di tengah jalan.
Bapa, ketika genggamanku melemah, ingatkan aku bahwa tangan-Mu tidak pernah lelah memegangku. Amin.