‹ Semua renungan

Senin, 23 April 2029

Kain Lebar dari Langit

Petrus punya pantangan yang dijaganya seumur hidup: belum pernah sesuatu yang haram masuk ke dalam mulutku. Ia bisa mengatakannya dengan bangga. Pagar itu diwarisinya dari nenek moyang, dan menjaganya adalah bagian dari kesalehannya.

Lalu datang penglihatan itu: kain lebar diturunkan dari langit, berisi segala jenis binatang, dan sebuah suara menyuruhnya menyembelih dan makan. Tiga kali Petrus menolak, tiga kali suara itu menjawab: apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram. Pagar yang ia jaga sekian lama ternyata sedang dibuka oleh Pemilik pagar sendiri, sebab di baliknya ada bangsa-bangsa yang menunggu diselamatkan.

Yang mengharukan, ketika Petrus menceritakan semuanya kepada jemaat Yerusalem yang semula memprotesnya, mereka tidak bertahan pada pendirian. Mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah: jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan. Komunitas yang sehat adalah komunitas yang bersedia dikoreksi Allah bersama-sama.

Hari ini Gereja mengenang Santo Georgius, martir yang anehnya dihormati di mana-mana: dari Inggris sampai Etiopia, dari Georgia sampai Timur Tengah, bahkan oleh orang di luar pagar Gereja. Seakan hidupnya sendiri menjadi gema dari kata Petrus: Allah tidak membedakan orang.

Kita pun diam-diam menyimpan daftar orang yang kita anggap di luar: beda suku, beda golongan, beda masa lalu. Jangan-jangan hari ini kain lebar itu sedang diturunkan di depan kita, dan suara yang sama sedang berkata: yang Kunyatakan halal, jangan kaunyatakan haram.

Ya Allah, bongkarlah pagar-pagar dalam hatiku yang tidak pernah Engkau perintahkan kubangun. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →