‹ Semua renungan

Minggu, 22 April 2029

Gembala di Mulut Kandang

Pintu rumah kita terbuat dari kayu atau besi, dengan engsel, kunci, dan gerendel. Tugasnya satu: memisahkan. Yang dikenal dipersilakan masuk, yang mencurigakan tertahan di luar. Pintu adalah penjaga yang diam.

Di padang Palestina zaman Yesus, kandang domba sering hanya berupa lingkaran pagar batu dengan satu celah. Celah itu tidak berdaun pintu. Malam hari, gembala sendirilah yang berbaring melintang di celah itu. Tubuhnya menjadi pintunya. Domba yang keluar harus melangkahi dia; pencuri yang masuk harus melewati dia dulu. Ketika Yesus berkata Akulah pintu, para pendengar-Nya melihat gambar itu: seorang gembala yang menjadikan tubuhnya sendiri batas antara domba dan bahaya. Kita tahu ke mana ujungnya. Di salib, tubuh itu sungguh-sungguh dipasang di antara kita dan maut.

Injil hari ini juga menyebut lawan-lawannya: pencuri dan perampok yang tidak lewat pintu, melainkan memanjat tembok. Yang lewat tembok selalu bertujuan mengambil, bukan memberi. Pencuri datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan; Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dalam segala kelimpahan. Sampai sekarang para pemanjat tembok itu masih ada: tawaran hidup instan, suara-suara yang menggiring tanpa mengasihi. Cara mengujinya sederhana, lihat saja apakah ia berkurban atau mengambil kurban.

Minggu lalu Petrus mengingatkan bahwa kita ditebus dengan darah yang mahal. Dalam lanjutan suratnya hari ini ia menyimpulkan indah: dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu. Dan dalam bacaan pertama, tiga ribu orang yang tertusuk hatinya bertanya, apakah yang harus kami perbuat? Mereka pun masuk melalui pintu itu lewat baptisan.

Pertanyaan Minggu Gembala Baik ini pantas kita bawa pulang: lewat mana aku masuk mencari hidup? Lewat pintu yang pernah berdarah bagiku, atau lewat tembok-tembok pintas yang dijanjikan para pencuri? Domba tidak perlu pintar berdebat. Ia cukup mengenal satu suara, dan menolak melangkahi gembalanya.

Yesus, Gembala dan Pintu hidupku, aku mau keluar masuk hanya melalui Engkau, sebab hanya Engkau yang berbaring di celah itu bagiku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →