Minggu, 22 April 2029
Hari Minggu Paskah IV (Gembala Baik)
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 2:14a,36-41
Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini." Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
Mazmur Tanggapan Mazmur 23:1-6
Bacaan Kedua 1 Petrus 2:20b-25
Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.
Bacaan Injil Yohanes 10:1-10
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal." Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Renungan
Gembala di Mulut Kandang
Pintu rumah kita terbuat dari kayu atau besi, dengan engsel, kunci, dan gerendel. Tugasnya satu: memisahkan. Yang dikenal dipersilakan masuk, yang mencurigakan tertahan di luar. Pintu adalah penjaga yang diam.
Di padang Palestina zaman Yesus, kandang domba sering hanya berupa lingkaran pagar batu dengan satu celah. Celah itu tidak berdaun pintu. Malam hari, gembala sendirilah yang berbaring melintang di celah itu. Tubuhnya menjadi pintunya. Domba yang keluar harus melangkahi dia; pencuri yang masuk harus melewati dia dulu. Ketika Yesus berkata Akulah pintu, para pendengar-Nya melihat gambar itu: seorang gembala yang menjadikan tubuhnya sendiri batas antara domba dan bahaya. Kita tahu ke mana ujungnya. Di salib, tubuh itu sungguh-sungguh dipasang di antara kita dan maut.
Injil hari ini juga menyebut lawan-lawannya: pencuri dan perampok yang tidak lewat pintu, melainkan memanjat tembok. Yang lewat tembok selalu bertujuan mengambil, bukan memberi. Pencuri datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan; Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dalam segala kelimpahan. Sampai sekarang para pemanjat tembok itu masih ada: tawaran hidup instan, suara-suara yang menggiring tanpa mengasihi. Cara mengujinya sederhana, lihat saja apakah ia berkurban atau mengambil kurban.
Minggu lalu Petrus mengingatkan bahwa kita ditebus dengan darah yang mahal. Dalam lanjutan suratnya hari ini ia menyimpulkan indah: dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu. Dan dalam bacaan pertama, tiga ribu orang yang tertusuk hatinya bertanya, apakah yang harus kami perbuat? Mereka pun masuk melalui pintu itu lewat baptisan.
Pertanyaan Minggu Gembala Baik ini pantas kita bawa pulang: lewat mana aku masuk mencari hidup? Lewat pintu yang pernah berdarah bagiku, atau lewat tembok-tembok pintas yang dijanjikan para pencuri? Domba tidak perlu pintar berdebat. Ia cukup mengenal satu suara, dan menolak melangkahi gembalanya.
Yesus, Gembala dan Pintu hidupku, aku mau keluar masuk hanya melalui Engkau, sebab hanya Engkau yang berbaring di celah itu bagiku. Amin.
Invitatorium
MINGGU IV PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu Paskah IV
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.
Mazmur 24
Masuknya Tuhan ke dalam bait-Nya
dunia dan semua penghuninya.
Ant. Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.
Ant. 2 Alleluya, wanita, siapakah yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.
Mazmur 66
Madah Ekaristi
Nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.
Ant. Alleluya, wanita, siapakah yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.
Ant. 3 Alleluya, jangan menangis, Maria; Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.
Ant. Alleluya, jangan menangis, Maria; Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Wahyu 12:11, 12; 2 Makabe 7:36
RESPONSORIUM Lihat Yohanes 10:14, 15; 1 Korintus 5:7
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MINGGU IV PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.
Mazmur 94 (95)
Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.
Madah
Ant.1: Aku tidak akan mati, aku tetap hidup dan mewartakan karya Tuhan, Alleluya.
Mazmur 117 (118)
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setia-Nya.
Ant.1: Aku tidak akan mati, aku tetap hidup dan mewartakan karya Tuhan, Alleluya.
Ant.2: Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus, Alleluya.
Ant.2: Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus, Alleluya.
Ant.3: Muliakanlah Allah kami, sebab perkasalah Tuhan, sempurna karya-Nya dan sungguh lurus kebijaksanaan-Nya, Alleluya.
Mazmur 150
Pujilah Tuhan di tempat-Nya Yang Kudus,*
pujilah Dia di angkasa-Nya yang gemilang.
Ant.3: Muliakanlah Allah kami, sebab perkasalah Tuhan, sempurna karya-Nya dan sungguh lurus kebijaksanaan-Nya, Alleluya.
Bacaan singkat (Kis 10:40-43)
Ant.Kidung: Akulah gembala domba. Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan. Akulah gembala yang baik. Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku, Alleluya.
Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ant.Kidung: Akulah gembala domba. Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan. Akulah gembala yang baik. Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku, Alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU IV SIANG
Madah
Ant.1: Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, Alleluya.
Mazmur 22 (23)
Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan,*
Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.
Ant.1: Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, Alleluya.
Ant.2: Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umat-Nya yang kudus, Alleluya.
Mazmur 75 (76)
Allah terkenal di Yehuda,*
di Israel nama-Nya termasyhur.
Ant.2: Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umat-Nya yang kudus, Alleluya.
Ant.3: Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan Allah-Mu, Alleluya.
Ant.3: Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan Allah-Mu, Alleluya.
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU IV SORE 1
Madah
Ant.1: Semoga damai sejahtera Kristus melimpah dalam hatimu, Alleluya.
Mazmur 121 (122)
Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku:*
“Mari kami pergi ke rumah Tuhan”.
Ant.1: Semoga damai sejahtera Kristus melimpah dalam hatimu, Alleluya.
Ant.2: Engkau telah menebus kami bagi Allah dengan darah-Mu, Alleluya.
Mazmur 129 (130)
Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.
Ant.2: Engkau telah menebus kami bagi Allah dengan darah-Mu, Alleluya.
Ant.3: Bukankah Almasih harus menderita semuanya untuk mencapai kemuliaan-Nya, Alleluya.
Ant.3: Bukankah Almasih harus menderita semuanya untuk mencapai kemuliaan-Nya, Alleluya.
Bacaan singkat (1Ptr 2:9-10)
Ant.Kidung
Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)
Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Ant.Kidung
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Soter dan Kayus
Paus dan Martir
Sri Paus Soter (166-175) wafat selaku saksi iman pada tahun 175. Ia hanya memimpin gereja selama 9 tahun. Dalam masa kepemimpinannya, ia mengeluarkan banyak peraturan, yang antara lain mengajak orang-orang Kristen menyambut Sakramen MahaKudus pada hari Kamis Putih.
Dari Santo Bapa Kayus (283-296), kita mengenal berbagai peraturan yang telah menjadi kebiasaan Gereja Purba. Tentang para calon imam, ia menerapkan peraturan untuk menerima keempat tabhisan rendah sebelum mereka ditabhiskan menjadi imam. Keempat tabhisan rendah itu ialah: penjaga pintu, lektor (pembaca), exorsis (pengusir setan) atau akolit, kemudian tabhisan subdiakon dan diakon, lalu menjadi imam dan akhirnya Uskup. Santo Kayus wafat sebagai saksi iman pada tahun 296.
Santo Teodoros
Pengaku Iman
Teodoros dikenal sebagai anak yang tidak sah. Ibu dan kakak perempuannya mengelola warung dan tempat pelacuran. Bocah Teodor dititipkan pada neneknya, yang kemudian dikristenkannya. Menginjak usia dewasa, ia masuk biara dan kemudian dipilih menjadi Uskup Agung Atanisianopolis, Turki. Sesudah 10 tahun memangku jabatan itu, ia kembali menjadi biarawan biasa. Teodor dianugerahi Tuhan kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit. Ia meninggal dunia pada tahun 613.
Santo Yosef Moscati
Pengaku Iman
Yosef lahir pada tahun 1880. Ia kemudian menjadi dokter yang berhasil menyelamatkan banyak penderita sakit jiwa dari bahaya letusan gunung api di Vesuvio, Italia. Ia kemudian menjadi seorang ahli riset dan mahaguru kedokteran di Universitas Napoli sambil tetap membantu orang-orang miskin dan terlantar dengan cuma-cuma. Oleh karena itu ia mempunyai pengaruh besar di kalangan umat sebagai rasul awam yang terpelajar dan rendah hati. Yosef meninggal dunia pada tahun 1927.