‹ Semua renungan

Rabu, 18 April 2029

Tidak Akan Kubuang

Nenek-nenek kita dulu hampir tidak mengenal tempat sampah. Kaleng bekas menjadi wadah gula, kain perca menjadi keset, nasi kemarin digoreng lagi. Di tangan orang yang tahu menghargai, nyaris tidak ada barang yang benar-benar terbuang.

Kemarin kita menangisi Stefanus. Hari ini penganiayaan yang menyusul kematiannya menyebarkan jemaat ke seluruh Yudea dan Samaria. Tetapi lihatlah: mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri sambil memberitakan Injil. Yang dimaksudkan musuh sebagai penghancuran, dipakai Allah sebagai penaburan. Bahkan bencana pun tidak terbuang di tangan-Nya.

Dalam Injil, Yesus melanjutkan pengajaran roti hidup yang kemarin kita dengar, dan menyelipkan satu jaminan yang layak dihafal: barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Kalimat itu pendek, tetapi menanggung banyak ketakutan kita. Takut ditolak kalau kelemahan kita ketahuan. Takut sudah terlalu jauh jatuh untuk kembali. Takut bahwa setelah sekian kali gagal, kesabaran Tuhan habis juga.

Tidak akan Kubuang. Tanpa syarat masa lalu, tanpa batas percobaan. Yang diminta hanya satu: datang. Sepenyok apa pun riwayat kita, kita bukan barang gagal di mata-Nya. Kehendak Bapa jelas: jangan ada yang hilang dari semua yang telah diberikan-Nya.

Kalau hari ini kita merasa seperti kaleng penyok yang siap disingkirkan, dengarkan sekali lagi suara itu. Datang saja. Dia tidak membuang orang.

Tuhan Yesus, aku datang dengan segala penyokku. Terima kasih, Engkau tidak pernah membuangku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →