‹ Semua renungan

Jumat, 13 April 2029

Biarkan Waktu Menguji

Kemarin kita meninggalkan ruang sidang dalam suasana panas: para pemimpin tertusuk hatinya dan bermaksud membunuh para rasul. Hari ini seorang tua bernama Gamaliel berdiri, dan nasihatnya mendinginkan ruangan.

Ia mengingatkan dua nama: Teudas dan Yudas dari Galilea. Dua-duanya pernah menghebohkan, punya ratusan pengikut, lalu tewas, dan gerakannya bubar dengan sendirinya. Maka, katanya, biarkanlah orang-orang ini. Jika maksud mereka berasal dari manusia, ia akan lenyap sendiri. Tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkannya, jangan-jangan kamu malah melawan Allah.

Gamaliel menyerahkan perkara itu kepada hakim yang paling jujur: waktu. Yang palsu tidak perlu repot-repot dibongkar; ia akan runtuh oleh umurnya sendiri. Yang sejati tidak perlu cemas dibungkam; ia akan bertahan melewati para pembungkamnya. Dan kita, dua ribu tahun kemudian, masih membaca kisah para rasul itu setiap pagi. Nasihat Gamaliel sudah terjawab.

Ada pelajaran kecil untuk keseharian kita. Jangan terlalu cepat menilai perkara yang masih hangat, entah memuji setinggi langit entah menghakimi habis-habisan. Beri waktu bekerja. Dan ada pelajaran yang lebih dalam: para rasul pulang dari sidang dengan tubuh disesah tetapi hati gembira. Mereka tidak butuh menang hari itu, sebab mereka tahu sedang berdiri di pihak yang tidak bisa dilenyapkan.

Ya Allah, berilah aku kesabaran Gamaliel untuk tidak buru-buru menghakimi, dan keyakinan para rasul bahwa karya-Mu tidak terbendung. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →