Kamis, 12 April 2029
Kabar Tangan Pertama
Kabar yang berpindah dari mulut ke mulut selalu berubah di setiap perhentian. Berita kecil di ujung gang bisa menjadi cerita besar di ujung kampung. Itu sebabnya orang bijak selalu bertanya: kamu dengar dari siapa? Dengar sendiri, atau dengar dari yang katanya mendengar?
Injil hari ini menyebut keistimewaan Yesus dengan bahasa sederhana: Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya. Yesus bukan penerus kabar dari kabar. Ia datang dari atas, dari pangkuan Bapa sendiri. Ketika Ia berbicara tentang Allah, itu kesaksian tangan pertama. Semua guru lain berbicara tentang Allah dari jauh; Anak berbicara dari dalam rumah.
Kemarin kita membaca para rasul dibebaskan malaikat dari penjara. Hari ini mereka diseret lagi ke hadapan Mahkamah Agama, dan Petrus menjawab dengan tenang: kita harus lebih taat kepada Allah dari pada manusia. Dari mana keberanian itu? Dari sumber yang sama. Kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, katanya. Orang yang berpegang pada kesaksian tangan pertama tidak mudah digoyang oleh ancaman tangan kedua.
Iman kita hari ini pun berdiri di atas mata rantai saksi yang dapat dipercaya, bukan di atas kabar angin. Tugas kita meneruskannya dengan setia, tanpa menambah dan mengurangi, seperti kurir yang menghormati isi surat.
Tuhan Yesus, Engkau berbicara tentang Bapa dari dalam rumah-Nya. Kepada kesaksian-Mu itulah aku menambatkan hidupku. Amin.