‹ Semua renungan

Selasa, 10 April 2029

Julukan dari Kampung

Di kampung, orang jarang dipanggil dengan nama aslinya. Ada yang dipanggil Pak Dermawan karena rumahnya terbuka untuk siapa saja. Ada yang dijuluki Mbah Bengkel karena tangannya bisa memperbaiki apa pun. Julukan tidak bisa dipesan atau dibeli. Ia tumbuh pelan-pelan dari kebiasaan yang dilihat orang bertahun-tahun.

Bacaan pertama hari ini memperkenalkan seorang bernama Yusuf dari Siprus. Tetapi para rasul memanggilnya Barnabas, artinya anak penghiburan. Bayangkan bagaimana julukan itu lahir. Pasti sudah tak terhitung orang yang tawar hatinya dikuatkan, yang menangis ditemani, yang putus asa diangkat lagi, sampai akhirnya semua sepakat: orang ini penghiburan berjalan. Dan hari ini kita membacanya sedang menjual ladang miliknya, lalu meletakkan uangnya di depan kaki para rasul. Julukannya cocok dengan tindakannya.

Jemaat perdana digambarkan sehati dan sejiwa, tidak seorang pun menyebut miliknya sebagai milik sendiri. Suasana seperti itu tidak jatuh dari langit. Ia dibangun oleh orang-orang macam Barnabas, yang kebaikannya konsisten sampai menjadi nama.

Sekarang giliran kita bercermin. Seandainya tetangga, rekan kerja, dan keluarga diminta memberi kita julukan yang jujur, kira-kira apa yang akan keluar? Semoga bukan si sumbu pendek atau tukang hitung jasa. Kebiasaan kecil kita hari ini sedang menulis julukan itu diam-diam.

Tuhan, bentuklah kebiasaanku hari demi hari, agar hidupku layak dijuluki anak penghiburan bagi sesamaku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →