‹ Semua renungan

Minggu, 8 April 2029

Delapan Hari untuk Satu Orang

Minggu lalu kita berdiri di depan kubur kosong bersama Petrus dan murid yang dikasihi Yesus. Ia melihat dan percaya, tulis Yohanes. Hari ini Yohanes membawa kita ke sebuah ruangan dengan pintu-pintu terkunci, kepada seorang murid yang justru tidak bisa percaya.

Tomas tidak hadir ketika Yesus datang pertama kali. Dan syarat yang ia ajukan terdengar kasar: sebelum aku mencucukkan jariku ke bekas paku itu, sekali-kali aku tidak akan percaya. Kita mudah menghakiminya. Tetapi jujur saja, Tomas hanya mengucapkan dengan lantang apa yang sering kita simpan diam-diam: aku ingin bukti, bukan sekadar cerita orang.

Yang mengharukan adalah cara Yesus menanggapinya. Ia tidak mengutus murid lain untuk menegur Tomas. Ia datang sendiri, delapan hari kemudian, menembus pintu yang masih saja terkunci. Dan kalimat-Nya menunjukkan bahwa Ia mendengar keluhan itu kata demi kata: taruhlah jarimu di sini, ulurkanlah tanganmu, cucukkan ke dalam lambung-Ku. Yesus kembali khusus untuk menjawab syarat satu orang. Sembilan puluh sembilan sudah percaya, tetapi yang satu ini dicari-Nya sampai dapat.

Hari ini Gereja merayakan Minggu Kerahiman Ilahi. Kata kerahiman menyimpan rahasia yang indah: akarnya adalah rahim. Dalam bahasa Kitab Suci, belas kasih Allah digambarkan seperti gejolak rahim seorang ibu terhadap anak kandungnya. Ibu mana yang menyerah pada anaknya yang paling sulit? Justru anak yang keras kepala itulah yang paling lama didoakannya setiap malam. Begitulah Allah terhadap Tomas, dan terhadap kita.

Petrus dalam suratnya menyapa orang-orang yang tidak mendapat kesempatan seperti Tomas: sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Itulah kita. Dan bagi kita Yesus menitipkan ucapan bahagia yang terakhir: berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.

Mungkin di rumah kita ada seorang Tomas: anak yang berhenti ke gereja, saudara yang kecewa pada Tuhan, teman yang menuntut bukti. Jangan cepat menghakimi, dan jangan berhenti berharap. Kerahiman Allah terbiasa menunggu delapan hari, delapan tahun, atau lebih, demi satu orang.

Yesus, Engkau rela kembali demi satu orang yang ragu. Peluklah para Tomas dalam hidupku, dan peluklah keraguanku sendiri. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →