Sabtu, 7 April 2029
Saksi Tidak Ditanya Ijazah
Ketika terjadi kecelakaan di jalan kampung, orang yang dicari adalah saksi mata. Tidak ada yang bertanya, bapak lulusan mana? Yang ditanya hanya satu: bapak melihat sendiri atau tidak? Untuk bersaksi, orang tidak butuh gelar. Ia hanya butuh sungguh-sungguh ada di sana.
Sidang para pemimpin di Yerusalem keheranan melihat keberanian Petrus dan Yohanes, sebab keduanya orang biasa yang tidak terpelajar. Nelayan, bukan lulusan sekolah para rabi. Tetapi Lukas menambahkan satu keterangan penting: mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. Itulah satu-satunya modal mereka, dan ternyata cukup. Bukan sekolahnya, melainkan kebersamaannya dengan Yesus.
Ketika dilarang berbicara, jawaban mereka menjadi salah satu kalimat paling merdeka dalam Kitab Suci: tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar. Perhatikan alasannya. Mereka tidak berkata, kami wajib berbicara karena jabatan kami. Mereka berkata, kami tidak mungkin diam. Kesaksian sejati bukan beban tugas, melainkan luapan. Seperti orang yang baru sembuh dari sakit berat, ia bercerita bukan karena disuruh.
Dalam Injil, Yesus yang bangkit menampakkan diri kepada sebelas murid yang sedang makan, dan yang pertama Ia lakukan justru mencela ketidakpercayaan mereka. Lalu, anehnya, kepada orang-orang yang baru saja ditegur itu Ia menitipkan tugas terbesar sepanjang sejarah: pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Dunia dipercayakan bukan kepada para ahli yang sempurna imannya, melainkan kepada orang biasa yang pernah gagal percaya dan dipulihkan.
Ini kabar baik untuk kita semua yang sering berdalih: saya bukan siapa-siapa, saya tidak fasih bicara, pengetahuan agama saya dangkal. Alasan-alasan itu gugur pagi ini. Yang dibutuhkan dunia dari kita bukan kuliah teologi, melainkan cerita jujur seorang saksi: aku pernah ditolong Tuhan, dan ini kisahnya.
Jadi, kapan terakhir kali kita menceritakan kebaikan Tuhan kepada seseorang, bukan sebagai guru, melainkan sebagai saksi?
Tuhan Yesus, aku bukan ahli, tetapi aku pernah mengalami kebaikan-Mu. Berilah aku keberanian untuk tidak mungkin diam. Amin.