‹ Semua renungan

Jumat, 6 April 2029

Batu yang Disingkirkan Tukang

Perhatikanlah tukang bangunan yang sedang memilah material. Batu-batu diangkat satu per satu, ditimbang dengan mata, lalu dipisahkan. Yang bagus masuk tumpukan pakai, yang dianggap cacat dilempar ke sudut. Nasib sebuah batu ditentukan oleh selera tukangnya.

Di hadapan Mahkamah Agama, Petrus memakai gambar itu untuk berbicara tentang Yesus: Ia adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, namun telah menjadi batu penjuru. Para ahli bangunan resmi bangsa itu, imam dan pemimpin agama, sudah memeriksa Yesus dan memutuskan Dia tidak layak pakai. Mereka membuang-Nya ke luar kota, ke sudut bernama Golgota. Tetapi Allah punya penilaian lain. Batu yang mereka buang justru dijadikan-Nya penjuru, batu pertama yang menentukan tegak lurusnya seluruh bangunan.

Injil hari ini memperlihatkan pola yang sama pada para murid. Tujuh nelayan berpengalaman melaut semalaman dan pulang dengan jala kosong. Gagal justru di bidang yang paling mereka kuasai. Pagi-pagi seorang di pantai menyuruh mereka menebarkan jala di sebelah kanan perahu. Hasilnya seratus lima puluh tiga ekor ikan besar, dan jala itu tidak koyak. Orang-orang yang gagal semalam suntuk itulah yang dipilih Yesus, disiapkan-Nya sarapan, dan diutus-Nya menjala manusia.

Rupanya Allah memang gemar bekerja dengan bahan yang sudah divonis gagal oleh penilaian dunia. Musa gagap, Daud bungsu yang terlupakan, Petrus penyangkal, Paulus bekas penganiaya. Daftar itu panjang, dan mungkin nama kita ada di dalamnya.

Sebab siapa di antara kita yang tidak pernah merasa dibuang? Tidak lolos seleksi, tidak dianggap di keluarga, disingkirkan dari pergaulan, merasa terlalu tua atau terlalu bercacat untuk dipakai. Bacaan hari ini berkata pelan tetapi pasti: penilaian tukang dunia bukan kata akhir. Mata Allah melihat penjuru justru pada batu yang teronggok di sudut.

Maka jangan buru-buru percaya pada vonis yang menyingkirkan kita. Dan jangan pula meniru para tukang itu: jangan-jangan orang yang selama ini kita anggap tidak layak justru sedang disiapkan Allah menjadi penjuru.

Ya Allah, pungutlah aku dari sudut tempat aku merasa terbuang, dan pakailah aku menurut penilaian-Mu, bukan penilaian dunia. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →